DLH Kota Batu penguatan lingkungan, gencarkan tanam pohon bersama komunitas

Wakil Walikota Punjul Santoso, Kadis DLH, Aris Setiawan bersama beberapa komonitas melaksanakan tanam pohon, guna menjaga penguatan ekosistem alam di Kota Batu [IST]

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Berbicara terkait sampah, merupakan resiko dan tantangan besar bagi seluruh masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang nantinya. Dari persoalan ini, menjelang Hari Peduli Sampah Nasionl (HPSN), Pemkot Batu melakukan program penanaman pohon secara serentak pada tiga Kecamatan, yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Minggu (4/04).

Menurut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan, kegiatan penanaman pohon dilakukan bersama Komunitas Jeep dan Komunitas Land Roover yang ada di Kota Batu sekira 50 kendaraan, masing-masing mobil terdiri dari 3 peserta,” kata Aries.

Bacaan Lainnya

Kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan di tiga lokasi,diantaranya di Gunung Pucung, Kecamatan Bumiaji, Sumber Kalisat Sumberejo Kecamatan Batu dan berlanjut pada sekitaran TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo kota Batu.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk melestarikan lingkungan alam di Kota Batu,”jelas Aris . Sedangkan kegiatan penanaman pohon disiapkan 600 batang bibit pohon yang bakal dilakukan. Jenis pohon seperti tanjung, mahoni, pulai, sukun dan matoa,”beber Aris mantan Camat Batu.

Disisi lain, pada tanggal 6 sampai 12 April di Lippo Plaza Batu akan dilakukukan kegiatan Recycling Exhibition atau pameran kerajinan tangan dari barang-barang bekas buatan bank sampah asal Kota Batu. Ini tidak terlepas, dari data BPS Kota Batu yang memaparkan bahwa pada tahun 2020 lalu pertumbuhan ekonomi yang positif sebesar 4,32 persen tidak terlepas dari sektor pengolahan sampah, limbah dan daur ulang. Sedangkan pada tahun 2019 lalu sektor itu hanya diangka 4 persen.

“Kami ingin punya kontribusi mendorong perekonomian di masyarakat melalui sampah,” katanya, karena kegiatan itu akan melibatkan sebanyak 170 bank sampah di Kota Batu.

Sesuai rencana program tersebut,akan melibatkan, pengerajin pot bunga yang hahan bakunya dari limbah pempers. Serta keterlibatanya ada para seniman Klemin yang sudah terbiasa bikin kerajinan instalasi dari barang-barang bekas disulap menjadi interior bangunan yang menarik,”pungkasnya.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.