DPC MOI Malang Raya Resmi Terbentuk

  • Whatsapp
DPC (MOI) Media Online Malang Raya, resmi terbentuk, di deklarasikan di rumah makan Kartananegara kota Malang. [IST]

MALANG KOTA, RadarBangsa.co.id – Perkumpulan Media Online Indonesia membentuk kepengurusan baru, acara di helat di Rumah makan Kartanegara pukul 15:00- 19:05 wib. Hal ini ditandai dengan terbentuknya kepengurusan yang solid di daerah-daerah.

Salah satunya adalah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MOI Malang Raya yang telah memilih Pemimpin Redaksi Malang Pagi, Darsono sebagai ketua dalam sebuah rapat yang diikuti puluhan wartawan, pemimpin redaksi dan pemilik media online se-Malang Raya (8/1).

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan pertamanya sebagai Ketua DPC MOI Malang Raya, Darsono mengatakan terbentuknya DPC MOI Malang Raya diharap dapat memberikan perlindungan terhadap pengusaha media online, maupun para wartawan Malang Raya yang tergabung di dalamnya.

“Sesuai dengan misi kami di MOI, yaitu melindungi, membina, dan menyejahterakan perusahaan media online yang berkeadilan, sesuai dengan tuntutan dan kemajuan teknologi di era globalisasi dan digitalisasi,” paparnya.

Darsono menjelaskan DPC MOI Malang Raya memiliki misi untuk mendidik serta meningkatkan kompetensi para wartawan yang menjadi anggotanya. Sehingga nantinya akan menjadi lebih profesional, kritis dan konstruktif di bidangnya, melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kami berusaha memperjuangkan teman-teman wartawan agar bisa belajar bersama lewat program kerja yang akan diadakan DPC MOI Malang Raya. Salah satunya untuk mengikuti UKW (Uji Kompetensi Wartawan) Mandiri melalui berbagai lembaga, tentunya yang ditunjuk oleh Dewan Pers,” tandas Darsono.

Sementara itu, pengurus DPC MOI Blitar Raya yang hadir mewakili DPW MOI Jawa Timur, Ichwan Efendi menjelaskan bahwa MOI memiliki program bernama Perisai Hukum.

Menurut Ichwan, program ini memiliki komitmen untuk melindungi dan membela para wartawan yang dilecehkan, dirugikan maupun dikriminalisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wartawan di lapangan.

“Sesungguhnya dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 di Pasal 18 Ayat 1 telah disebutkan secara tegas. Barangsiapa yang melakukan tindakan yang menghambat kerja wartawan dapat dipidana dengan penjara paling lama dua tahun, atau denda paling paling banyak sebesar Rp500 juta,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan mengumumkan struktur organisasi DPC MOI Malang Raya sementara.

“Nanti setelah SK (Surat Keputusan) turun dari DPP, kita canangkan panitia untuk pelantikan dan pengukuhan, dikemas dalam satu acara yang akan memberikan value bagi kita semua. Sehingga DPC PWMOI Malang Raya akan dilihat sebagai sebuah organisasi yang profesional,” pungkas Ichwan.

(Win)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *