DPRD Sumenep Selesaikan 14 Raperda, Tiga Raperda Telah di Tetapkan Sebagai Perda dan Empat Diantaranya Menyusul

Ketua BP2D DPRD Sumenep Juhari

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Dalam satu tahun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep berhasil menyelesaikan 14 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Dari 21 usulan yang masuk ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP2D) 14 telah selesai dibahas dan 3 di antaranya telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Bacaan Lainnya

Di antara 3 yang telah ditetapkan sebagai Perda yakni, Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam; Perda Kabupaten Layak Anak, dan Perda Pengelolaan Keuangan Daerah.

Ketua BP2D DPRD Sumenep Juhari mengatakan, dari data usulan yang masuk ke BP2D sebanyak 21 Raperda, 14 Raperda sudah berhasil diselesaikan dan 3 Raperda tersebut telah ditetapkan sebagai Perda.

Juhari Pun mengungkapkan, DPRD Sumenep akan melanjutkan pembahasan terhadap 4 Raperda lagi diantara-Nya, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah, Raperda tentang Penyelenggaraan Parkir, Raperda tentang Perlindungan Garis Sempadan Pantai, dan Raperda tentang Pengarusutamaan Gender.

Dengan harapan, proses fasilitasi terhadap empat Raperda tersebut segera selesai dan ditetapkan menjadi Perda, Terang Juhari.

“Untuk empat Raperda itu, belum ditetapkan menjadi Perda. Sebab, fasilitasi oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum selesai sampai saat ini,” Katanya, Rabu (16/11/2022).

Juhari membeberkan, bahwa DPRD Sumenep baru saja menyelesaikan pembahasan empat Raperda; yakni Raperda Perlindungan Pasar Tradisional, dan Penataan Pasar Modern, Raperda Desa Wisata, Raperda Penyelenggaraan Perhubungan Darat, dan Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perumda Air Minum Sumekar.

Dari empat Raperda itu selesai dibahas pada akhir Oktober 2022 dan Saat ini masih proses fasilitasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami menunggu hasil fasilitasi empat Raperda sebelumnya, untuk mengajukan beberapa Raperda yang baru saja selesai dibahas legislatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut Juhari menjelaskan, bahwa dari 14 Raperda tersebut, 3 Sudah di tetapkan sebagai Perda, 10 Raperda atas usul Prakarsa DPRD Sumenep dan Satu di antaranya usul dari Eksekutif yakni, Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perumda Air Minum Sumekar.

“Jadi total yang sudah selesai dibahas oleh DPRD selama 2022 ada 14 Raperda,” pungkas Juhari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *