Drama Kolosal Mulyorejo Membara, Disebut Rawat Sejarah

SURABAYA,RadarBangsa.co.id – Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menonton Drama Kolosal Mulyorejo Membara. Menurutnya, acara tersebut sebagai upaya merawat sejarah.

Pekik takbir dan merdeka bersahutan dengan dentuman bom di Taman Galaxy, Kelurahan Mulyorejo, Surabaya. Di sana, Arek-arek Suroboyo yang dengan senjata seadanya bersiap menghadang pasukan sekutu.

Bacaan Lainnya

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kelurahan Mulyorejo Jamil mengatakan, drama itu digelar untuk menghormati 2 tokoh pejuang Mulyono dan Sari Rejo.

“Untuk menghormati, nama Mulyono dan Sari Rejo diabadikan menjadi nama kelurahan, Kelurahan Mulyorejo. Gabungan nama keduanya,” kata Jamil kepada radarbangsa.co.id-, Minggu (24/11/19).

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, sejarah Mulyorejo istimewa karena berakar dari heroisme masa lalu. Sejarah kepahlawanan rakyat Surabaya.

“Dan, drama kolosal ‘Mulyorejo Membara’ ini sebagai upaya merawat sejarah. Sekaligus mewariskan kepahlawanan pemuda Mulyono dan Sari Rejo kepada generasi penerus, generasi milenial,” terang Adi.

Ia melihat, masyarakat Mulyorejo bangga dengan sejarah kampung halamannya. Sebab, dengan drama kolosal tersebut, masyarakat akhirnya mengerti asal usul nama kelurahannya.

“Kita tidak hanya mewarisi abu, melainkan juga api perjuangan arek-arek Suroboyo di masa lalu. Kita jaga Indonesia, kita jaga Surabaya,” tutur Adi.

“Sebagian besar masyarakat juga belum tahu nama Mulyorejo merupakan singkatan dari nama dua pejuang. Ini juga merupakan edukasi dan merawat sejarah,” tambah pria yang juga menjabat ketua DPC PDIP Surabaya itu.

Drama kolosal ‘Mulyorejo Membara’ yang digelar tahun ini merupakan gelaran yang ketiga. Semuanya berasal dari gotong-royong warga.

“Saya mendukung drama kolosal ini supaya tahun depan bisa dilaksanakan lebih baik lagi,” pungkas Adi.(fif/An)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *