Dua Pelaku Pembunuhan di kejayan Berhasil diringkus Satreskrim Polres Pasuruan

Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K, M.Si menunjukkan pelaku saat konferensi pers.

PASURUAN, RadarBangsa .co.id – Satreskrim Polres Pasuruan berhasil membongkar kasus pencurian dengan kekerasan yang disertai pembunuhan di Dusun Gogoran, Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku yang berhasil diamankan oleh anggota buser Satreskrim Polres Pasuruan yakni berinisial FR (18) warga Kecamatan Kejayan dan MED (16) juga warga Kejayan.

Bacaan Lainnya

Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K, M.Si saat konferensi pers mengatakan, kedua pelaku saat itu tujuannya ingin membobol warung milik korban, Gufron (52) warga Dusun Karanganyar Barat, Desa karangsentul, Kecamatan Gondangwetan.

Tetapi saat melakukan aksinya kedua pelaku dipergoki oleh korban.

“Karena pelaku merasa ketahuan oleh korban, sehingga pelaku merasa kaget dan gugup sehingga pelaku yang bernama inisial FR langsung menyerang korban dengan golok milik pelaku yang sudah disiapkan oleh pelaku FR,” kata Kapolres pada wartawan, Senin (01/11/2021).

“Selanjutnya pelaku FR juga membacok korban ke punggung korban sebanyak 3 kali dan kepala korban 1 kali. Pelaku tidak hanya membacok korban dengan golok, melainkan pelaku FR juga memukul korban dengan gavalum. Setelah itu pelaku FR membantingkan kursi kayu ke tubuh korban untuk memastikan koran meninggal dunia,” lanjutnya.

Masih menurut Kapolres, pelaku melakukan aksinya tersebut dibantu temannya dengan nama inisial MED yang ikut juga memukul korban dengan botol minuman kaca.

“Pelaku inisial MED memukul wajah korban dengan botol minuman yang terbuat dari kaca dengan tujuan agar korban secepatnya dilumpuhkan sehingga tidak berdaya untuk melawan,” imbuhnya.

Sementara dihadapan awak media, FR mengakui perbuatanya. Dia juga mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian serta beberapa kali pula berurusan dengan pihak berwajib.

“Saya pernah melakukan aksi yang sama yaitu mencuri rokok, terus mencuri bakso di wilayah saya,” ucapnya.

Pengungakapan pembunuhan ini, berawal saat warga di Desa Sladi digegerkan dengan sosok mayat jenis kelamin laki laki bersimbah darah yang tergeletak di pinggir jalan raya Pasuruan Malang .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *