Edukasi Protokol Kesehatan Sekaligus Pengembangan Kreativitas Anak Lewat Proker KKN

  • Whatsapp
Dinda Ayu, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merancang program kerja (proker) Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengadakan pelatihan pembuatan masker “Tie Dye” bersama anak-anak di Kampung Pakis [IST]

SUARABAYA, RadarBangsa.co.id – Bukan hanya masyarakat pekerja saja yang menjadi korban pandemi saat ini, namun anak-anak pun ikut terdampak. Anak-anak berada pada kategori usia yang aktif bermain dan bersosialisasi, tapi mau tidak mau harus dibatasi kegiatannya di luar rumah.

Termasuk anak-anak di kampung Pakis, Kembang Kuning Surabaya. Apalagi di kampung ini banyak sekali anak-anak yang bisa dibilang hidupnya kurang beruntung. Masih ada sejumlah anak yang tidak bisa mengenyam ilmu dan pengetahuan di sekolah. Kini akibat pandemi, mereka juga tidak bisa bermain bersama teman-temannya seperti dulu. Hanya bisa menghabiskan waktu dirumah, dengan menonton Tv dan sekolah online.

Bacaan Lainnya

Melihat situasi ini, Dinda Ayu, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merancang program kerja (proker) Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengadakan pelatihan pembuatan masker “Tie Dye” bersama anak-anak di Kampung Pakis, Kembang Kuning Surabaya. Selama pandemi, kegiatan KKN memang dilakukan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Kegiatan ini pun dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Dinda bersama dosen pembimbingnya, Amalia Nurul Muthmainnah, merasa bahwa pelatihan pembuatan masker tie dye adalah kegiatan yang tepat karena melihat banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya dengan bermain Media Sosial.

“Saya yakin bahwa kegiatan pembuatan masker tie dye ini akan disukai oleh anak-anak karena kegiatan DIY semacam ini seringkali trending di Tiktok,” ujar Dinda. Selama membuat masker, Dinda pun mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker secara benar kepada anak-anak yang terlibat.

Selain mengembangkan kreativitas anak, proker KKN ini juga ditujukan untuk memotivasi anak agar tidak merasa bosan ketika sedang #dirumahsaja. Mereka dapat mempraktikkan ulang kegiatan ini secara mandiri agar tidak merasa bosan ketika berada di Era New Normal seperti saat ini. Selain sebagai kegiatan yang positif, hal tersebut juga bisa sebagai peluang usaha pembuatan masker tie dye. Mengingat barang dan modal yang diperlukan juga tidak mahal dan dengan cara yang sangat mudah.

(RB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *