BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Ajang balap sepeda Banyuwangi de Banyuwangi Ijen (TdBI) mencapai etape kedua. Rute sepanjang 153 kilometer ini membawa para pembalap melalui cagar biosfer dunia, Alas Purwo Banyuwangi, Pada Selasa, (23 Juli 2024).
Etape kedua ini dimulai di Taman Nasional Alas Purwo dan berakhir di Kantor Pemkab Banyuwangi. Taman Nasional Alas Purwo, yang terletak di selatan Banyuwangi, merupakan destinasi wisata berbasis lingkungan yang fokus pada konservasi alam. Tempat ini menawarkan berbagai destinasi wisata menarik seperti kawasan savana, pantai, gua kuno, wisata budaya, hingga hutan mangrove.
Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, yang kaya akan situs geologi, budaya, dan kekayaan hayati, telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO. Kawasan ini juga termasuk dalam Geopark Ijen dan telah resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.
Kawasan ini adalah hutan purba yang terbentuk dari letusan gunung api jutaan tahun yang lalu dan terbentuk dari lautan yang terangkat menjadi daratan. Para pembalap yang berasal dari 13 negara memulai start dari kawasan Pantai Pancur, yang juga merupakan bagian dari Geopark Ijen, dan melintasi Situs Kawitan yang merupakan bagian dari geopark yang sama.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa para pembalap Tour de Banyuwangi Ijen akan melintasi situs-situs Geopark Ijen yang kini telah masuk dalam jaringan geopark dunia UNESCO Global Geopark (UGG). “Desain Tour de Ijen memadukan olahraga, alam, dan budaya, dengan para pembalap yang akan menyusuri hutan Alas Purwo yang masih asri,”ungkap Ipuk.
Para pembalap telah menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi etape kedua. Pembalap asal Selandia Baru, Clark Boris, dari St. George Continental Cycling Team (Australia), mengatakan bahwa dirinya telah mempersiapkan strategi dan tenaga untuk menaklukkan King of Mountain (KOM) Songgon di etape kedua.
“Saya sudah berlatih sesuai dengan kondisi di sini (TdBI), dan saya yakin bisa kembali ke podium. We’ll see,” ujar salah satu pembalap yang berhasil menjadi tercepat kedua di etape pertama TdBI itu.
Sedangkan Ryan Cavanagh dari Kinan Cycling Team (Jepang) mengatakan dirinya hanya akan fokus pada ketahanan tubuh dan stamina di etape-etape selanjutnya. Pembalap yang berhasil menyapu bersih kategori di etape pertama itu optimis akan kembali meraih kemenangan.
“Race yang ditempuh menguras tenaga karena sangat panjang. Fokus saya sekarang adalah recovery, saya yakin itu kunci ke depannya,” ujar Ryan.








