FKK Muktiharjo Kidul Gelar MMK, 5 Kasus Kesehatan yang Harus Segera Ditangani

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Muktiharjo Kidul menggelar Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) membahas masalah kesehatan di wilayah Muktiharjo Kidul di balai RW 15, Sabtu(29/10/2022).

Hadir pada acara tersebut, Koordinator Forum Kota Sehat (FKS) Untuk Kecamatan Pedurungan Nadia Ardiwinata S Sos MM dan Kasi Kesos Dwi Setiarini S Sos, kader Ketua PKK 25 RW, pengurus FKK dan narasumber promkes Puskesmas Tlogosari Kulon”Amel.

Bacaan Lainnya

Acara MMK membahas beberapa masalah-masalah prioritas kesehatan seperti Tuberkolosis, Leptospirosis, DBD dan lain-lain.

Koordinator Forum Kota Sehat (FKS) Untuk Kecamatan Pedurungan Nadia Ardiwinata S Sos MM menyampaikan penting nya Ketua PKK RW dan kader kesehatan peduli dan mengatasi kasus-kasus kesehatan diwilayahnya.

“Kepedulian semua warga kepada penanganan kasus-kasus kesehatan yang terjadi diwilayahnya dapat terlaksana dengan baik melalui Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK),” jelas Nadia.

Kasi Kesos Kelurahan Muktiharjo Kidul Dwi Setiarini yang mewakili Lurah Muktiharjo Kidul juga menyampaikan kelurahan Muktiharjo Kidul bersama warga terus memperhatikan dan berusaha untuk mewujudkan wilayah yang sehat.

“Tujuan dilaksanakannya Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK), agar masyarakat mengenal permasalahan kesehatan yang ada di lingkungannya, mengajak masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan,” ujar Rini

Dalam acara MMK FKK, materi MMK disampaikan Amel dari Tlogosari Kulon yang memaparkan diskusi dengan para Ketua PKK RW dn kader kesehatan membahas beberapa kasus kesehatan yang banyak terjadi di Muktiharjo Kidul. Kasus tersebut antara lain :

1. Tuberkolosis
2. Leptospirosis
3. DBD
4. hipertensi
5. diabetes

Dari kasus diatas disepakati beberapa solusi penanganan yang harus dilaksanakan para Ketua PKK RW dn kader kesehatan antara lain:

1. Himbauan untuk tidak meludah ke sembarang tempat.
2. Sosialisasi kawasan bebas rokok
3. Kerjabakti serentak
4. PJN Rutin diwilayah
5. Sosialisasi tentang DB secara berulang
6. Anjuran aktif ke Posyandu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *