Gadaikan Istri Seharga 250 Jt, Berujung Pembunuhan

0
431

Lumajang, Radarbangsa.co.id – Warga Kabupaten Lumajang, Jawa timur digegerkan dengan berita pembunuhan berencana salah sasaran, pasalnya, kejadian naas itu, terjadi di Jalan desa dusun Argomulyo, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, Selasa (11/06/2019) malam

Adalah tersangkanya Hori bin Suwari (43) warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, yang telah nekat menggadaikan istrinya.

Tersangka Hori yang nekat ingin membunuh seseorang yang bernama Hartono (40) warga desa Sombo, kecamatan gucialit, namun salah sasaran terhadap seseorang yang bernama Muhammad Toha (34) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang.

Peristiwa pembunuhan salah sasaran itu, bermula dari tersangka Hori yang meminjam uang kepada Hartono sejumlah Rp 250 juta, dengan jaminan Istri Hori yang gadaikan kepada Hartono.

Sedangkan istri tersangka Hori adalah inisial ‘R’ (35) diserahkan ke Hartono, dengan kesepakatan sampai Hori mampu melunasi hutangnya, kalau sudah mampu melunasi, baru istrinya dapat dikembalikan.

Setelah 1 tahun berlalu, Hori ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah, supaya istrinya bisa diambil kembali. Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang (bukan diganti dengan sebidang tanah).

Karena kecewa, akhirnya Hori merencanakan pembunuhan.

Kemudian mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo, kecamatan Gucialit.

Saat melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban.

Namun, setelah membacok. Pelaku keget, karena yang dibacok ternyata orang lain, (bukan Hartono) melainkan Muhammad Toha.

Kapolres Lumajang, AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., MM., M.H., menilai adanya degradasi moral yang terjadi pada pelaku. “Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya,” jelas Arsal.

“Saya akan dalami motif sebenarnya. kasus ini bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan dibalik ini, dimana pelaku menggadaikan istrinya sendiri. peristiwa ini tentu diluar nalar kita. karena Sepamahaman kita selama ini yang digadaikan adalah barang berharga tapi untuk kasus ini yang digadaikan adalah sang istri. Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama,” terang Arsal

Di tempat Lain, Katim Cobra sekaligus Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP. Hasran Cobra menerangkan, pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara.

“Setelah kami introgasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar hutangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan,” terang Hasran.

“Namun ternyata salah target, selanjutnya pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” pungkas Hasran. (Ria/Kris)

LEAVE A REPLY