Gali Potensi Usaha di Pesantren, Atensi Gubernur Jatim: Pesantren Bangkit 

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Upaya agar tergerak untuk menggali potensi pondok pesantren. Kemenag Lamongan melalui program One Pesantren One Product (OPOP) terus mendorong pesantren yang belum memiliki kegiatan usaha.

Dalam menggali potensi kegiatan usaha di pesantren itu misalnya usaha konveksi, air mineral kemasan, usaha makanan, dan banyak yang lainnya.

Bacaan Lainnya

” Diharapkan seluruh pesantren bisa saling berkolaborasi dan saling menguatkan, agar ekonomi santri dan pesantren bisa terus tumbuh kembang dan lebih bermanfaat,” ujar Kasi PD Pontren Kemenag Lamongan H Yitno Utomo, pada Rabu (09/06/2021).

“Kemenag Lamongan juga terus lakukan memotivasi bagi pondok pesantren yang sudah memiliki produk kegiatan usaha dan yang sudah berizin. Menurutnya, kata H Yitno, belum semuanya memiliki kegiatan usaha sebagai produk pesantren.

” Lanjutnya, saya berharap banyak, semua pesantren bisa menjadi kontributor sekaligus lumbung yang memasok produk-produk halal dunia.

“Program OPOP merupakan program yang digagas oleh Pemprov Jatim untuk membangun kemandirian pesantren melalui pemberdayaan ekonomi,” tutur H Yitno.

“Pogram kewirausahaan lain berbeda dengan Sistem bisnis OPOP, karena lebih dulu mencari pembeli langsung (off- taker),” ujarnya.

Pondok Pesantren (ponpes) peserta OPOP akan memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen. Dikatakan H Yitno, mimpinya adalah ekonomi yang besar, tidak hanya dikuasai oleh bisnis formal, fokus ekonomi umat, yang titik simpulnya pesantren bangkit.

” Terhadap keberadaan pesantren, kami sangat mendukung dan bersyukur atas atensi dari Gubernur Jatim, ibu Khofifah Indar Parawansa, dengan program OPOP nya yang betul-betul concern.

Dengan jumlah pondok pesantren yang ada di Lamongan ini cukup banyak, yakni sejumlah 198 pondok yang terdata secara resmi

Program ini tentu diharapkan, pinta H Yitno, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis pondok pesantren. Sehingga pada akhirnya keberadaan santri, pesantren, maupun alumni pondok pesantren mendapat perhatian dan dapat diberdayakan dengan baik.

“Mengingat Program OPOP ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian dan  kewirausahaan santri, program ini tentu diharapkan dapat membuka lapangan kerja khususnya di lingkungan pesantren.

Ditambahkannya, para pengasuh pesantren khususnya di Kabupaten Lamongan sangat berharap secara bertahap dan keseluruhan dapat merasakan program ini,” pintanya.

Kasi PD Pontren Kemenag Lamongan H Yitno Utomo menyongsong program OPOP di pondok pesantren, Rabu (09/06).

(Ful/Har)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *