Gembar Gembornya Pegiat Anti Korupsi Baihaki Akbar, Ditetapkan jadi DPO Polres Lamongan

  • Whatsapp
Kuasa Hukum korban, Ahmad Umar Buwang SH

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sekjen LARM-GAK, Baihaki Akbar bersama dengan adik iparnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lamongan dalam kasus penganiayan terhadap wartawan.

Pegiat anti korupsi gadungan yang gembar-gembor memberantas korupsi dengan modus menakut-nakuti orang yang punya masalah, dan ujung-ujungnya meminta sejumlah uang tersebut, saat ini juga menjadi DPO.

Bacaan Lainnya

Kuasa hukum korban, Ahmad Umar Buwang mengatakan, kasus penganiayaan terhadap salah satu wartawan di Lamongan saat ini sudah masuk penetapan tersangka.

“Salah satu pelaku penganiayaan, yakni adik iparnya juga sudah dilakukan penahanan oleh Polres Lamongan seminggu yang lalu,” kata Buwang sapaan akrabnya, Kamis (23/09).

Buwang menuturkan, sementara pelaku utama, yaitu Baihaki Akbar kini belum diketahui keberadaannya semenjak ditetapkannya sebagai tersangka.

“Saya juga sudah komunikasi dengan unit 1 Polres Lamongan, bahwa perkara penganiayaan yang dialami wartawan saudara Fery Moses sudah diproses naik ke kejaksaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya sangat yakin bahwa Polres Lamongan sangatlah profesional dalam menangani kasus penganiayaan terhadap saudara Fery Moses.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri menjelaskan, status Baihaki Akbar dan adik iparnya Risky, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk pelaku Risky sudah dilakukan penahanan. Sementara Baihaki Akbar saat ini belum diketahui keberadaannya,” terang AKP Yoan.

Menurutnya, tersangka pelaku penganiayaan utama yakni Baihaki Akbar saat ini juga ditetapkan oleh Polres Lamongan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saya berharap ada itikad baik untuk segera menyerahkan diri dengan pihak Polres Lamongan,” tandas Yoan melalui WhatsApp pribadinya.

Diketahui, Sekjen LARM-GAK Baihaki Akbar dan adik iparnya sebelumnya telah diduga melakukan tindakan penganiayaan disertai dengan ancaman pembunuhan kepada salah satu wartawan di Lamongan.

Tindakan penganiayaan dan ancaman pembunuhan tersebut dilakukan oleh tersangka saat wartawan hendak mencoba konfirmasi terkait dugaan pemerasan terhadap salah satu instansi pemerintah di Lamongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *