Gerbang Timur Audensi Desak Kajari Bangkalan Terkait Kasus BUMD

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Dugaan kasus BUMD Kabupaten Bangkalan hingga saat ini terus bergulir belum juga ditetapkan tersangkanya.

LSM Gerbang Timur terus mendesak Kajari Bangkalan pada sebuah pernyataan tertulisnya beberapa minggu lalu. Pernyataan tersebut ditulis dan ditanda tangani oleh Kajari di atas materai yang menyatakan bahwa pihaknya akan segera menetapkan tersangka kasus BUMD dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Dalam rangkaian itu Gerbang Timur terus memantau kinerja Kejaksaan Negeri Bangkalan dalam menangani kasus dugaan korupsi yang menelan kerugian negara sebesar 15 milyar.

Salah satu yang diagendakan Gerbang Timur kali ini adalah menggelar audiensi di kantor Kejari Bangkalan yang diikuti oleh beberapa anggotanya. Senin, (29/11/2021).

Amir Hamzah selaku koordinator menyampaikan, pihaknya akan terus mendesak Kajari dalam menetapkan kasus dugaan korupsi BUMD yang sampai saat ini belum terselesaikan. Jika dalam waktu yang telah ditentukan di surat pernyataan itu pihak Kejari Bangkalan belum menuntaskan kasus ini, Gerbang Timur akan melakukan aksi demo besar-besaran dalam waktu dekat, tegas Amir Hamzah saat sebelum audiensi digelar.

Saat pelaksanaan audiensi yang digelar di ruangan Kajari Candra Saptaji, SH. MH wartawan merasa kecewa karena saat hendak meliput acara tersebut tidak diperkenankan masuk ruangan.

H. Abdurrahman Tohir menyampaikan hasil audiensinya kepada awak media, bahwa pihaknya sangat kecewa atas kebijakan Kajari yang diambil untuk tidak melanjutkan kasus tersebut karena dianggap kurang cukup bukti terkait adanya penyimpangan BUMD.
Namun pihaknya juga memberikan jawaban, terkait kasus BUMD Gerbang Timur akan terus melakukan upaya hukum dengan bukti – bukti yang ada sampai kasus ini terungkap dengan menetapkan tersangka.

” Kami akan terus melakukan upaya hukum lainnya dengan bukti – bukti yang ada hingga sampai ke tingkat penegak hukum yang lebih tinggi baik itu KPK, Satgas 53 ataupun Kejagung ” Paparnya di depan ruangan Kajari kepada awak media.

Selain itu Amir Hamsah menambahkan bahwa kasus BUMD yang sudah diberhentikan oleh pihak Kejari Bangkalan, Gerbang Timur akan menuntut, surat keputusan pemberhentian kasus (SP3) tersebut dipublikasikan dan dirilis melalui media. Sehingga nanti pihaknya akan banding dan terus berjuang sampai ke Kejagung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *