Giat Kades Marengan Laok Hingga Terbentuknya Kampung Tangguh Semeru

  • Whatsapp
Dasuki Wahyudi, S.T., Kepala Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19, Pemerintah Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, melaksanakan berbagai kegiatan untuk melawan dan memutus rantai penyebaran covid-19. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bersama tiga pilar di Desa melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, pembagian masker gratis, himbauan agar masyarakat meperhatikan protokol kesehatan, serta deteksi dini, scraning dan pengawasan terhadap warganya yang datang dari rantau. Sehingga sejumlah ODR dan ODP yang terdata dinyatakan bebas masa pantau.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, dengan eskalasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, maka Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep meningkatkan kiat untuk melawan dan memutus rantai penyebaran covid-19. Salahsatu kiatnya adalah dengan membentuk Kampung-kampung tangguh khususnya di Kecamatan atau Desa yang masuk zona merah. Sementara ini pembentukannya baru dilakukan di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kota di Perumahan Satelit dan Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Senin (01/06/2020).

Bacaan Lainnya

Dasuki Wahyudi, S.T., Kepala Desa Marengan Laok kepada media ini menyampaikan, dirinya samasekali tidak menyangka jika Desanya akan dijadikan Kampung Tangguh Semeru oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Saya kaget juga setelah diberitahu Kapolsek dan Camat, karena Desa Marengan Laok yang dinilai aktif mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan covid-19,” akunya.

Lebih lanjut Dasuki menyampaikan bahwa, sebelum terbentuknya kampung tangguh semeru, dengan dibantu oleh Relawan Destana Marengan Laok, dan petugas kesehatan dari Puskesmas, Babinkamtibmas dan Babinsa, serta didukung oleh para tokoh Desa lainnya. Kemudian secara bersama-sama mengadakan kegiatan penyemprotan cairan disenfektan ke Dusun-dusun setiap 2 minggu sekali, dan penyemprotan setiap hari Jumat ke Masjid dan Mushollah. Kemudian melakukan himbauan keliling kepada warga di Desa, dan setiap kegiatan perkumpulan sementara waktu diliburkan selama pandemi covid-19.

“Melalui masing-masing ketua RT, pembagian masker gratis diberikan kesetiap warga Desa tanpa terkecuali, dan dihimbau agar selalu pakai masker terutama jika keluar rumah,” jelasnya.

Menurut Dasuki, hal yang paling penting yang dilakukan adalah mendeteksi secara dini terhadap setiap warga Desa yang datang dari perantauan ataupun dari luar daerah yang zona merah. Maka dalam hal ini dilakukan pendataan dan penyemprotan rumah dan lingkungan sekitarnya, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan covid-19, ataupun ke Polindes dan Puskesmas, untuk mengetahui kemungkinan ada gejala yang mengarah ke covid-19.

“Dari data kami mulai dari bulan Maret 2020, ada 102 ODR dan 2 ODP, dan alhamdulillah semuanya sudah lepas dari masa pantau,” ucapnya.

Selanjutnya Dasuki menyampaikan, pada hari Rabu tanggal 28 Mei 2020 Forkopimda Sumenep meninjau dan meresmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget. Pada kesempatan itu Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, mengatakan agar melanjutkan kegiatan yang sudah dilakukan lebih intensif dan lebih sistematis. Selain itu agar disediakan sarana dan prasarana diantaranya harus ada posko informasi, posko kesehatan, posko lumbung pangan, serta rumah singgah.

“Kami atas nama seluruh warga Desa Marengan Laok, menyampaikan terimakasih kepada Forkopimda Sumenep, yang telah memberikan arahan dan bimbingan sekaligus bantuan kepada kami, dan telah di resmikannya pembentukan Kampung Tangguh Semeru di Desa kami. Dengan adanya Kampung tangguh, dan dengan semangat gotong royong untuk memutus rantai penyebaran covid-19, masyarakat dan pemerintah bisa bersinergi dalam pergeseran budaya tatanan kehidupan yang baru (new normal), sehingga dapat mengatasi segala permasalahan dampak dari covid-19 ini,” pungkasnya.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si., pada saat meresmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Marengan Laok mengatakan bahwa, pembentukan Kampung Tangguh untuk menghadapi situasi pandemi covid-19, dan untuk membangun kembali gerakan gotong royong di masyarakat. Oleh sebab itu Kampung-kampung tangguh akan segera dibentuk disetiap Desa, terutama di Desa yang masuk zona merah.

“Ada tiga aspek yang diprioritaskan di Kampung Tangguh, yakni aspek ketahanan pangan, aspek ketahanan kesehatan, aspek ketahanan keamanan dan aspek ketahanan sosial,” jelasnya.

Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriyadi S.I.K., M.I.K., pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, pihaknya memprioritaskan pembentukan Kampung Tangguh Semeru di lima Kecamatan yang termasuk zona merah, yakni Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Saronggi, Rubaru dan Kecamatan Talango.

“Sampai saat ini pembentukannya baru dilakukan di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kota di Perumahan Satelit dan Kecamatan Kalianget di Desa Marengan Laok, sedangkan Kecamatan lainnya menyusul dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

(ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *