Gubernur Papua Barat Melaporkan Total Aggaran Penanganan Covid-19 Mencapai 197,8 M

  • Whatsapp
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan

PAPUA BARAT, RadarBangsa.co.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memberikan laporan total anggaran penanganan Covid 19 di Papua Barat dihadapan Menko PMK RI, Menkes dan Kepala BNPB dalam rapat kunjungan tersebut.

Berdasarkan Permendagri dan Surat Edaran Mendagri Nomor 440/2627/SJ tanggal 30 Maret 2020 tentang permintaan data penanganan Covid 19, Gubernur melaporkan, bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat telah melakukan percepatan penggunaan alokasi anggaran melalui anggaran tak terduga dan melakukan pergeseran anggaran, serta melakukan rasionalisasi belanja pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) D1 lingkup Pemerintah Provisi Papua Barat tahun 2020, dengan melihat skala prioritas.

Bacaan Lainnya

Pada pertemuan yang berlangsung di Aston Niu Hotel Manokwari, Gubernurjuga melaporkan total APBD Tahun Anggaran 2020 untuk penanganan Covid 19 adalah sebesar Rp197.817.952.913.75, (seratus sembilan puluh tujuh miliard delapan ratus tujuh belas juta sembilan ratus Iima puluh dua ribu sembilan ratus tiga belas rupiah). Dana tersebut difokuskan pada penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial dan dampak ekonomi, Selasa (7/7/2020).

Dijelaskan, dalam penanganan kesehatan, meliputi 36 kegiatan, total belanja sebesar Rp 90.129.618.395, (sembilan puluh miliard seratus dua puluh sembilan juta enam ratus delapan belas ribu tiga ratus sembilan puluh lima rupiah).

Untukjaringan pengaman sosial, meliputi dua kegiatan, bantuan tunai dan bantuan non tunai. Bantuan pangan dengan total belanja anggaran sebesar Rp 48.665.014.518.75 ( empat puluh delapan miliard enam ratus enam puluh Iima juta empat belas juta Iima ratus delapan belas ribu tujuh puluh Iima rupiah).

Penanggulangan dampak ekonomi berupa bantuan pasca kerja yang difokuskan bagi tenaga kerja yang di rumahkan atau PHK dan bantuan sektor formal atau nonformal.

Sedangkan untuk dukungan sekretariat meliputi biaya penunjangan kesekertariatan dan biaya pendataan non kesehatan dengan total biaya Rp 4.423.320.000, (empat miliar empat ratus dua puluh tiga juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah).

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan, total pengadaan barang kebutuhan pokok dan biaya distribusi sebesar Rp 51.576.093.946, dengan rincian biaya pengadaan barang kebutuhan pokok sebesar Rp 45993885600 dan biaya distribusi Rp 5.573.238.346, .

Gubernurjuga menyampaikan secara umum terkait rekapitulasi kebutuhan anggaran pengembangan komoditi pertanian tanaman pangan dan holtikultural, penyiapan stok pangan alternatif, analisa kebutuhan dan ketersediaan pangan, data jumlah spesimen yang diambil, perkembangan penanganan Covid 9 per tanggal 5 6 Juli.

Ditambahakan juga yang mana laboratorium Covid 19 di Papua Barat, ada 1O Rumah Sakit Umum den 1 Rumah Sakit Pertamina, dengan memiliki 10 unit mesin TCM yang terdapat di beberapa rumah sakit, sama halnya dengan 6 unit mesin Rt PCR.

(IL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *