Gurun Pasir Kebencian

Firman Syah Ali

Oleh : Firman Syah Ali

Ketika Khadimul Haramain menutup Ka’bah.
Kalian diam melongo seperti kadal jatuh.

Bacaan Lainnya

Ketika Anies Baswedan tutup Masjid.
Kalian diam seribu bahasa tiada berkutik.

Ketika Felix Siauw serukan sholat di rumah.
Kalian diam membisu laksana batu.

Ketika Ustad Abdul Somad serukan sholat di Rumah.
Kalian duduk manis wajah imut tanpa komentar.

Ketika Pakistan tangkap puluhan ulama yang sholat jamaah di Masjid.
Kalian diam membeku laksana salju.

Ketika Habib Rizieq Shihab serukan Ibadah di Rumah.
Kalian hanya diam melongo tolah-toleh tak jelas.

Tapi ketika KH Said Aqil Siradj keluarkan seruan serupa.
Ketika Mahfud MD keluarkan seruan serupa.
Notifikasi Grup WA langsung penuh.
Hujan caci-maki 24 jam.
Kafir…
PKI…
iluminati….
yahudi….
rezim antek cina…
bangsat….
brengsek….
zionis…
dasar islam nusantara…
mahfud gila jabatan…

dan ribuan caci-maki lainnya.

Di negeri nusantara nan surgawi.
zamrud khatulistiwa ini.
berasa hidup di tengah gurun pasir kebencian.
padang sahara kebodohan.
mulut-mulut rusak mendengung sepanjang waktu.
mengatasnamakan agama.
untuk syahwat politik.
merobek keindahan pertiwi.

Penulis adalah keponakan Menkopolhukam RI Mahfud MD, Korwil Sahabat Mahfud MD Jatim, Bendum PW IKA PMII Jatim, Pengurus Harian LP Ma’arif Jatim, senior IPNU dan GP Ansor, dan Bacawali Surabaya 2020.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *