Gus Zakky Lamongan “Kasus Gus Muwafiq Harus Dijadikan Pelajaran, Negara Harus Hadir”

  • Whatsapp

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Berita tentang dugaan penistaan agama bahwa Rosulullah saw. semasa kecil dikatakan rembes oleh penceramah K.H.Ahmad Muwafiq(Gus Muwafiq),Muballigh NU asal Sleman Jogjakarta itu sekarang viral dan menghebohkan dunia maya.

Kyai.M.Muzakkin(Gus Zakky) Pengasuh Pondok Pesantren khusus rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba “Dzikrusyifa’ Asma’ Berojomusti, Lamongan jawa timur, yang sama-sama sebagai Mubaligh di lahirkan satu desa dengan Gus Muwafiq, di Desa Dadapan Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan ini turut angkat bicara.

Bacaan Lainnya

Menurutnya.”Kasus Gus Muwafiq ini harus disikapi secara bijak oleh semua pihak,dan harus dilihat secara utuh bagaimana kronologi yang sebenarnya, “Tuturnya,saat ditemui awak media di pesantrenya,(Senin,09/12/2019).

Selain itu kata Gus Zakky,Pria yang juga Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch)Provinsi jawa timur ini, berpesan, “Bila ada sesuatu masalah yang menjadikan konflik di tengah-tengah masyarakat,segeralah duduk bersama dengan menghadirkan tokoh tertentu yang dianggap bisa mewakili ummat,dan pemerintah juga harus hadir agar cepat terselesaikan, seperti kasus yang menimpa Gus Muwafiq ini,siapa tokoh-tokoh di deretan kelompok yang pro dan kontra agar segera di panggil untuk diajak duduk bersama,jangan malah saling menantang adu kesaktian,dengan menunjukkan kehebatanya yang tidak mempan di bacok seperti yang viral di Video
akhir-akhir ini,sebab itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah, justru akan jadi pertumpahan darah sesama anak bangsa” Ungkapnya.

Rasulullah saw, kerapkali memperingatkan kepada umatnya akan terjadinya berbagai bentuk kekacauan, fitnah, dan bencana sampai terjadinya hari kiamat. Beliau telah menceritakan bahwa salah satu tanda dekatnya kiamat adalah banyaknya fitnah besar yang menyebabkan tercampurnya antara kebenaran dan kebatilan.

Di saat itu iman manusia mudah tergoncang. Bahkan karena beratnya fitnah yang dihadapi manusia, ada di antara mereka yang di waktu pagi dalam keadaan beriman, di sore hari telah menjadi kufur.

Di sore hari mereka beriman, ketika masuk waktu pagi mereka telah kufur. Dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa setiap kali muncul sebuah fitnah, seorang mukmin berkomentar, “Inilah yang membawa kehancuranku.”

Ternyata fitnah itu berlalu dan digantikan dengan fitnah lain, dan setiap saat seseorang mengira fitnah yang tengah berlangsung tersebut adalah fitnah yang membawa kebinasaan dirinya.

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Tidak ada seorang Nabi pun sebelumku kecuali pasti menerangkan seluruh kebaikan kepada umatnya dan memperingatkan umatnya dari seluruh keburukan.
Sesungguhnya umat kalian ini, kesempatannya dijadikan berada pada generasi awal. Ada pun generasi-generasi di akhir zaman akan menghadapi ujian besar dan perkara-perkara yang kalian ingkari.

“Peristiwa yang menimpa pada Gus Muwafiq ini marilah kita dijadikan pelajaran bagi semua ummat di negeri ini,terutama para Ulama’, Muballigh,Kyai,Ustadz,guru,tokoh masyarakat, pemuka agama,pimpinan pesantren,imam masjid,imam musholla,para pejabat,dan siapapun orangnya yang berkaitan dengan urusan publik,dll.Karena kita tidak tau bagaimana nasib kita kedepan”,ujar Gus Zakky.

Marilah kita saling mengingatkan sesama anak bangsa,saling mendo’akan dengan meperbanyak baca istighfar dan sholawat,

Jaga kerukunan dan persatuan,jadilah insan yang selalu berkhusnudhon kepada Allah dan sesama manusia,agar hidup kita jadi barokah,selamat dunia akhirat,Amin.

Demikian kata Gus Zakky,Pria yang juga Ketua BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia)ini dalam mengakhiri pembicaraanya,(MM/Kiki)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *