Hakim Tolak Eksepsi PT Yekape dan YKP Terkait Sengketa Lahan di Gunung Anyar

Objek sengketa berupa lahan seluas kurang lebih 15 hektar di Gunung Anyar saat ini dibangun perumahan Eco Medayu oleh PT. Yekape (Dok Foto : Yudha)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Perkara perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sengketa tanah di Gunung Anyar seluas kurang lebih 15 hektar antara Yayasan Pengurus Besar Persatuan Bekas Gerilya dan Angkatan Perang Republik Indonesia (PB Gerdapri) melawan PT. Yekape (Tergugat I) dan Yayasan Kas Pembangunan (YKP) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memasuki agenda Putusan Sela, Rabu (11/1/2023).

Majelis Hakim yang diketuai Tongani ini dalam Putusan Sela-nya memutuskan menolak eksepsi para Tergugat (PT. Yekape dan YKP), menyatakan peradilan umum cq. PN Surabaya berwenang mengadili perkara a quo, memerintahkan kepada para pihak untuk melanjutkan persidangan perkara a quo dan menangguhkan biaya perkara sampai pada putusan akhir.

Bacaan Lainnya

Putusan Sela ini mendapat apresiasi positif dari pihak PB Gerdapri yang mengklaim sebagai pemilik sah atas objek sengketa berupa tanah seluas kurang lebih 15 hektar di Gunung Anyar tersebut.

PB Gerdapri melalui Penasihat Hukum (PH)-nya, Ghaling Bhawarna, S.H. Advokat berusia muda ini menyatakan sepakat dengan Putusan Sela itu dan dirasa sudah tepat sekaligus memenuhi rasa keadilan.

“Perkara ini timbul, karena penguasaan objek sengketa di Gunung Anyar itu oleh PT. Yekape dan YKP diduga sebagai perbuatan melawan hukum,” tegasnya, Kamis (12/1/2023).

Terpisah, Soetijo Busono, PH-nya YKP menghormati Putusan Sela tersebut.

“Kita tunggu pemeriksaan selanjutnya,” singkatnya, Jumat, 13 Januari 2023.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *