Harga Daging yang Kian Melambung Berdampak Merugikan Rakyat Kecil

  • Whatsapp
H. Dondik Agung Subroto, S H Ketua Paguyuban Pedagang Daging (PPD) Jawa Timur

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Hari Raya kurang 18 hari lagi, harga daging di Jawa Timur merangkak naik dikarenakan ada kenaikan harga Sapi, dalam bentuk Karkas (Daging yang masih ada tulang) yang semula Rp89 ribu menjadi Rp93 ribu mohon di pahami ada kenaikan Karkas maka secara otomatis daging konsumsi pasti naik, bisa di harga mencapai Rp100 ribu sampai Rp110 ribu padahal target Pemerintah kenaikan daging di harapkan berkisar antara Rp80 ribu- Rp85 ribu sehingga di moment hari besar Idul Fitri ini bisa dinikmati masyarakat dengan harga terjangkau.

Ini menunjukan bahwa di Jawa Timur ketersediaan Sapi sangat rentan terutama Sapi potong, dengan kebijakan dari Pemprov Jatim yang belum membuka diri terhadap daging, sehingga potensinya kenaikan akan terus berlangsung apalagi menjelang hari Raya Idul Adha yang juga sudah dekat, Salah satu Pengusaha H Dondik Agung Subroto, SH yang sekaligus sebagai Ketua PPD (Paguyuban Pedagang Daging) Jawa Timur, saat di wawancarai RadarBangsa.co.id group Siberindo.co sangat menyayangkan terkait proses itu, posisi daging yang di Jakarta pun melalui program pemerintah juga naik sehingga secara otomatis tidak bisa menjadi penyeimbang harga Sapi lokal. (25/04/2021) terangnya

Bacaan Lainnya

Beliau, H Dondik, juga menuturkan di situasi Pandemi Covid-19 ini dengan beban masyarakat yang semakin berat juga kebutuhan pangan, dalam hal ini daging sangat di butuhkan sebagai tambahan makanan yang bernilai gizi tinggi tentunya, Pemerintah harus hadir dan mau duduk bersama dengan Pengusaha Pedagang daging baik Lokal maupun Import.imbuhnya

Mari kita sama sama mencari solusi bagaimana kebutuhan pangan bisa didapatkan dengan harga terjangkau karena daging bukan hanya konsumsi rumah tangga juga bahan baku industri olahan yang butuh bahan baku yang murah harga terjangkau sehingga pabrik atau industri olahan daging bisa tetap survive tidak sampai mengurangi karyawan, dan juga protein hewani bisa mudah di konsumsi oleh masyarakat luas.

Ketua PPD Jatim yang sekaligus ketua DPC LPK RI Kabupaten Sidoarjo, H. Dondik Agung Subroto, SH juga berharap kepada Dinas Peternakan agar membuka diri dan mengakui bahwa ketersediaan sapi potong di jatim sangat kurang, sehingga ada solusi untuk pedagang sapi Lokal dan pedagang daging Import bisa berjalan seiring sejalan agar harga daging tidak naik signifikan sambil berbenah untuk meningkatkan pertumbuhan sapi yang tidak rentan dengan situasi moment atau berpeluang naik, ini sudah berulang kali setiap tahun dan terus berulang. jelasnya

Dan juga daging Sapi Import yang selama ini di sediakan oleh BUMN dalam hal ini Bulog sebagai operatornya diharapkan bisa menstabilisasi kan harga bisa berjalan sesuai PP dan Permendag No.07 tahun 2020, Pungkasnya.

(Ries)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *