Harmony in Diversity of Religion, inilah pentas seni ala SD labschool unesa 2 di tengah pandemi

Rangkaian kegiatan Pentas Seni SD Labschool Unesa Lidah Wetan Surabaya [IST]

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Lebih dari satu tahun situasi pandemi melanda seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi dan berdamai dengan keadaan.

Keadaan ini memunculkan berbagai cara kreatif agar aktivitas tetap berjalan, walau dengan keadaan virtual, termasuk di dalam dunia pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi solusi pembelajaran agar tujuan Pendidikan Indonesia tetap tercapai.

Bacaan Lainnya

“SD Labschool UNESA Lidah Wetan Surabaya ikut berperan melahirkan generasi bangsa yang beriman, beradab, berilmu, dan berprestasi melalui berbagai kegiatan salah satunya Pentas Seni,” ujar Kepala Sekolah SD Labschool Unesa 2, Hapsari Dewi saat dihubungi. Sabtu, (03/4/2021).

Pentas seni kali ini dilakukan pada hari Rabu, 31 Maret 2021 secara virtual dengan mengangkat tema “Harmony in Diversity of Religion”. Berbeda dengan tahun lalu, pentas seni diadakan secara langsung di gedung Sawunggaling UNESA Lidah Wetan.

“Kegiatan Pentas Seni ini merupakan bagian dari wadah bagi siswa-siswi kami agar tetap produktif dalam berkarya. Pentas Seni SD Labschool UNESA 2 terdapat berbagai karya yang ditampilkan oleh siswa-siswi diantaranya, Ansambel, Tari, Kerohanian, Penampilan Siswa Inklusi, dan Short Movie,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Hapsari, sapaan akrabnya, untuk memeriahkan kegiatan, juga diadakan lomba Best Foto Twibbon dan Lomba Mewarnai, semua dilakukan secara virtual.

Melalui Pentas Seni yang mengangkat tema ‘Harmony in Diversity of Religion’, SD Labschool Unesa Lidah Wetan menebarkan toleransi antar siswa yang memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda, seperti Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang tertera dalam Lambang Negara Indonesia, Pancasila.

“Karena salah satu unggulan di SD Labschool Unesa 2 adalah kami tetap menguatkan karakter keagamaan siswa sesuai agamanya masing-masing, dengan berbagai kegiatan penguatan keagamaan setiap hari sesuai dengan agamanya masing-masing, misalnya yang muslim setiap hari ada kegiatan mengaji dan menghafal surat pendek, sholat dhuha dan dhuhur berjamaah,” tutur Kepsek Hapsari.

Tetapi, ujar Hapsari, non muslim pun juga ada kegiatan keagamaannya setiap hari antara lain yang kristen dan katolik ada hafalan dan pemahaman beberapa ayat al-kitab serta berdoa bersama, dan yang hindu setiap hari juga ada pembacaan, pemahaman, dan hafalan kitab bhagawad gita.

“Inilah harapan kami agar siswa SD Labschool Unesa 2 mempunyai karakter toleransi beragama yang tinggi tetapi tetap punya ketaatan beragama sesuai agamanya masing-masing. Sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang saat ini sedang viral seperti fanatik agama yang berlebihan hingga sampai terjadi bom bunuh diri,” tutup Hapsari Dewi.

(ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *