Hilal Tidak Terlihat, 1 Syawal Jatuh Kamis 13 Mei 2021

  • Whatsapp

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Badan Hisab Rukyat (BKR) Kabupaten Lamongan, Selasa (11/5/2021) melakukan rukyat ta’abbudi, yakni rukyah yang dilakukan ketika tanggal 29 Ramadhan sebagaimana yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW. Bertempat di Markaz Tanjung Kodok Lamongan.

Dalam prosesnya rukyatul hilal ini juga disaksikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, didampingi Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf, Kapolres AKBP Miko Indrayana, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, jajaran Forkopimda Lamongan, Plt Kemenag Lamongan, Baznas, dan Ketua ormas Islam Lamongan.

Meski sebelumnya telah diketahui bahwa posisi hilal berada di bawah ufuk, namun kegiatan ini dilaksanakan guna menggugurkan kewajiban akan hasil hisab. Dijelaskan Ketua BHR M. Khoirul Anam bahwa secara teoritis astronomi, hilal tidak mungkin terlihat.

“Hilal tenggelam pukul 17.07, tenggelam duluan mendahului tenggelamnya matahari. Dalam ilmu astronomi dikatakan sekarang ini di bawah ufuk, maka secara teoritis astronomi hilal tidak mungkin terlihat,” ungkap Khoirul Anam.

Dengan tidak terlihatnya hilal (hilal di bawah ufuk), maka Puasa Ramadhan 1442 H diistikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari.

Menurut Bupati Yuhronur Efendi, kegiatan rukyatul hilal ini merupakan bentuk kekompakan dan kebersamaan pemerintah bersama BHR yang ditujukan untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Lamongan khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Sebagaimana diketahui, Tanjung Kodok sudah banyak dikenal karena telah beberapa kali dijadikan sebagai tempat untuk pelaksanaan rukyatul hilal.

Yuhronur mengungkapkan meski terkendala pandemi, pemerintah terus berupaya dan berkomitmen untuk merealisasikan rencana pembangunan planetarium di Tanjung Kodok.

“Beberapa tahun yang lalu kami juga berkomitmen bersama manajemen WBL dan Pemda Kabupaten Lamongan untuk membangun planetarium yang InsyaAllah selain digunakan untuk rukyat juga untuk tempat wisata.

Meski terkendala pandemi, tetap kami berkomitmen ketika kondisi keuangan sudah pulih akan kita bangun,” terang Bupati Yuhronur.

Bupati Yuhronur bersama rombongan sebelum melaksanakan rukyatul hilal juga melakukan diskusi dengan takmir Masjid Agung Lamongan untuk melihat kesiapan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H.

“Di Lamongan sudah dikeluarkan himbauan bahwa sholat idul fitri bisa dilakukan dengan kapasitas 50 persen. Alhamdulillah Masjid Agung sudah siap dan kita juga memberikan  bantuan peralatan untuk sholat idul fitri,” ujar Yuhronur.

Selain itu Bupati Yuhronur juga mengunjungi posko penyekatan Paciran untuk melakukan pengecekan Kesiapan posko penyekatan. Yuhronur memberikan bantuan berupa thermal gun, desinfektan, sprayer, dan paket PHBS.

“Semoga usaha yang telah kita lakukan ini mampu memberikan manfaat bagi kita semua, masyarakat Lamongan,” tambah Yuhronur.

(iful/is/fir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *