Insan Pers Ngawi Bakal Boikot Pemberitaan Capres Prabowo Subianto

0
123

NGAWI, Radarbangsa.co.id – Puluhan Insan Pers Kabupaten Ngawi Jawa Timur, melakukan aksi demo secara damai turun ke jalan menuju kantor sekretariat tim pemenangan Capres Prabowo Sandi, yang terletak di jalan MH. Tamrin. Hal tersebut mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan atas pernyataan Capres Prabowo Subianto, yang telah menghina serta melecehkan Insan Pers Nasional. Dengan membawah tulisan yang pada intinya menuntut, serta meminta, agar Capres Prabowo Subianto, meminta maaf, dan mencabut pernyataannya kepada Insan Pers Nasional, secara terbuka. Selanjutnya para Insan Pers Ngawi tersebut bergerak menuju jantung kota Ngawi, dan berorasi dibawah Tugu Gading Kartonyono, dengan dikawal oleh anggota kepolisian Polres Ngawi. Senin (10/12/2018)

Dalam menggelar aksinya di kantor sekretariat tim pemenangan Capres Prabowo Subianto, para Insan Pers Ngawi tersebut menyampaikan tuntutan melalui orasinya, mereka diterima oleh Suratno, Ketua tim pemenangan Capres Prabowo Sandi, dalam sambutannya dengan di dampingi beberapa anggota Polres Ngawi, dikatakannya,” harapan saya, akan saya sampaikan, dan mungkin Pak Prabowo tidak seperti itu kritiknya. Karena memang ada hal-hal mungkin terjadinya khilaf, atau mungkin belum bisa disampaikan, ini wajar, nanti akan saya sampaikan. Dan ini saya mewakili daripada calon saya, untuk minta maaf kalau toh pak Prabowo itu memang di anggap salah,” ujar Suratno Ketua tim pemenangan Prabowo Sandi.

Purwanto, selaku koordinator aksi tersebut, dalam orasinnya meminta, serta menuntut agar Capres Prabowo Subianto, mencabut, dan meminta maaf, atas pernyataannya yang dinilai telah menciderai kebebasan Pers yang netral, dan Independen, dikatakannya,” aksi solidaritas ini adalah sebagai wujud kekecewaan para Insan Pers Ngawi, terhadap pak Prabowo Subianto, terkait pernyataannya, yang mana telah menghina, serta melecehkan, kebebasan Pers yang netral, dan Independen, hanya karena para insan Pers tidak ada yang mau untuk memberitakan tentang Reoni 212, beberapa hari lalu. Kalau tidak mau meminta maaf, dan mencabut pernyataannya, maka kita akan boikot pemberitaan tentang pak Prabowo Subianto secara Nasional,” tandas Purwanto di sela-sela aksi solidaritas tersebut.

Hak senada juga di sampaikan oleh Kundari, salah satu peserta aksi yang menanggapi atas pernyataan Capres Prabowo Subianto tersebut, dikatakannya,” bila pak Prabowo Subianto, dalam pernyataannya mengatakan bahwa, Pers itu anthek-anthek pemecah belah NKRI, saya kira itu sangat keliru. Bawasannya Pers itu memiliki kebebasan dalam merencanakan, memilih, serta menyajikan isu-isu berita melalui medianya masing-masing. Kemudian kepentingan Pers itu jelas tidak akan sama dengan kepentingan politik, jika pak Prabowo menilai bahwa, Pers itu berkepentingan dengan politik, justru malah sebaliknya, beliaulah yang berkepentingan dengan politik, dengan memaksa Pers untuk memuat berita-berita yang di kehendakinya.

Lebih lanjut Kundari mengatakan,” Berhubungan dengan Pers itu harus profesional, tidak dengan menghina, melecehkan, dan menghalang-halangi Pers dalam mencari, mengolah, serta menyajikan isu-isu sebuah berita, karena hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Satu-satunya Undang-Undang yang tidak diatur dalam PP, dan Pemerintah tidak ikut mengatur Pers, karena menghargai dan menghormati kebebasan Pers,” ucap Kundari mengakhiri tanggapannya mengenai pernyataan Capres Prabowo Subianto.(Mf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here