Istimewah! RSUD Bangil Raih Penghargaan Sebagai Rumah Sakit Pengguna Plasma Konvalesen Terbanyak di Indonesia

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Kementrian Kesehatan dan PMI (Palang Merah Indonesia) Pusat memberikan penghargaan kepada RSUD Bangil sebagai 1 dari 6 rumah sakit di Indonesia yang menggunakan plasma konvalesen terbanyak kepada Pasien Covid-19.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menko PMK RI, Muhadjir Effendy dan Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla kepada Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina, di Gedung Heritage Kemenko PMK Jakarta, Selasa (21/09/2021) pagi.

Menurut dr Arma, penghargaan yang diterima oleh RSUD Bangil tak lepas dari kebijakan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dalam rangka melindungi masyarakat agar resiko kematian akibat Covid-19 bisa ditekan melalui terapi plasma konvalesen.

“Saya hanya ditugasi Pak Bupati untuk menerima penghargaan ini. Tapi beliaulah yang betul-betul sangat peduli dengan kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya yakni mendorong penggunaan plasma konvalesen kepada seluruh warga yang terpapar Covid-19 dan sangat membutuhkan donor plasma,” kata Arma, saat dihubungi melalui sambungan selulernya.

Dijelaskannya, selama Pandemi Covid-19 hingga saat ini, total ada 1056 kantong plasma konvalesen yang sudah didonorkan ke pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Banyaknya kantong-kantong plasma yang sudah dipakai untuk pasien Covid-19 tak luput dari intruksi Bupati Irsyad Yusuf yang mewajibkan seluruh ASN Penyintas Covid-19 agar bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen.

“Kami berterima kasih karena para penyintas Covid-19 yang dari ASN Pemkab Pasuruan juga bersedia mendonorkan plasmanya, dan ini juga intruksi Bupati Pasuruan yang dampaknya luar biasa bagi pasien yang berjuang melawan Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat,” tegas arma.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua PMI Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji. Kata dia, jumlah ASN Pemkab Pasuruan maupun masyarakat umum yang mendonorkan plasmanya terus meningkat, meski saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan sangat rendah.

Hal tersebut bisa dilihat dari stok kantong plasma konvalesen per hari ini yang bisa digunakan oleh pasien Covid-19, sewaktu-waktu.

“Per hari ini, stok kantong plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah PMI Kabupaten Pasuruan sebanyak 74 kantong. Jumlah pasien yang terlayani sangat banyak, ini berkat kebijakan Bupati Pasuruan yang mengintruksikan ASN penyintas Covid-19 agar segera mendonorkan plasmanya. Kami ucapkan banyak terima kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat untuk RSUD Bangil dianggapnya sebagai bonus.

Baginya, hal terpenting dari penanganan Covid-19 adalah bagaimana menyelamatkan nyawa warga Kabupaten Pasuruan dengan ikhtiyar yang terus dilakukan. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh ASN Pemkab Pasuruan yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, agar langsung mendonorkan plasmanya.

Terlebih, ia juga telah mengambil kebijakan dengan membeli 1 unit mesin apheresis plasma konvalesen. Mesin tersebut dianggarkan dari DAU Kabupaten Pasuruan tahun 2021 yang kemudian dihibahkan kepada PMI Kabupaten Pasuruan.

Keberadaan mesin plasma konvalesen dirasa sangat perlu untuk memudahkan para ASN maupun masyarakat, agar tak jauh-jauh mendonorkan darahnya ke PMI di luar Kabupaten Pasuruan.

“Mesin apheresis atau alat khusus untuk donor plasma konvalesen ini memang dibutuhkan. Dan langsung kita anggarkan Rp 1,4 Milyar untuk dihibahkan ke PMI Kabupaten Pasuruan. Dan dampaknya sangat bagus, karena tak perlu jauh-jauh ke Sidoarjo lagi untuk menjadi pendonor plasma, tapi cukup datang ke PMI Kabupaten Pasuruan di Raci,” tegasnya.

Lebih lanjut Gus Irsyad meminta RSUD Bangil untuk tetap konsisten dalam membantu setiap warga yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan penanganan.

Selain itu, ia juga menghimbau warga Kabupaten Pasuruan agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.Sebab, pandemi belum selesai hingga kini.

“Perang kita masih belum selesai. Jadi yang namanya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas sudah jadi kebiasaan baru yang tak boleh kita tinggalkan demi keselamatan kita bersama,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *