ITS Surabaya Buat Video Sistem Penanaman Virtual sebagai Alternatif Daya Tarik Wisata di Era Pandemi

  • Whatsapp
Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS, Hertiari Idajati

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya peduli masalah pariwisata yang menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Keadaan sektor pariwisata pada masa pandemi ini mengalami keterpurukan dengan terjadinya penurunan kunjungan wisata seiring adanya penyesuaian kebijakan pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk lebih membatasi kegiatan di luar rumah.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, mahasiswa bersama dosen ITS mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dan kuliah kerja nyata (KKN) pada salah satu tempat wisata di Area Model Konservasi Edukasi (AMKE) di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Kota Batu.

Kegiatan KKN ITS di tim Pusat Kajian Kebijakan Publik Bisnis dan Industri (PKKPBI) DRPM ITS ini didesain secara virtual, yaitu pembuatan video virtual tentang sistem penanaman tanaman herbal jahe merah dan sereh.

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS, Hertiari Idajati menjelaskan bahwa, kegiatan ini sangat bermanfaat dan relevan bagi masyarakat yang kini ingin terus belajar dan berwisata tentang budidaya tanaman khas nusantara.

“Video ini isinya mengenai salah satu tanaman unggulan dari AMKE dengan kombinasi berbagai ilustrasi yang menyenangkan dengan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan,” terang Idajati. Rabu, (08/9/2021).

Idajati menjelaskan bahwa, AMKE adalah salah satu lokasi pariwisata edukasi di Kota Batu yang menyajikan pelestarian lingkungan alam sebagai fokus utamanya.

“Penting untuk menciptakan produk inovasi sebagai daya tarik wisata berupa video virtual penanaman tanaman herbal jahe merah dan sereh merah untuk sarana eduwisata di masa pandemi seperti ini,” paparnya.

Idajati selaku pembimbing para mahasiswa KKN ITS ini menjelaskan bahwa dalam membuat konsep video penanaman virtual yang menarik untuk dikonsumsi anak-anak hingga orang dewasa, maka perlu diperhatikan banyak hal.

“Apalagi, video virtual yang dibuat akan menghadirkan elemen-elemen pembangun untuk menarik minat semua kalangan dalam mengenal tanaman herbal mulai dari jenisnya hingga manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman tersebut,” jelasnya.

“Misalnya, kenapa yang dipilih jahe merah dan sereh merah? Hal ini karena tanaman herbal yang mempunyai banyak manfaat terutama dalam meningkatkan imun di masa pandemi seperti sekarang ini,” bebernya.

Tim dosen ITS lainnya, Dian Saptarini juga menambahkan bahwa, video tersebut juga menampilkan contoh manfaat kesehatan yang didapatkan.

“Di antaranya seputar informasi penyakit yang dapat dicegah, dan info lengkap mengenai asal-usulnya, hingga penjelasan cara memanen dari penanaman jahe merah dan sereh,” tambahnya.

Hasil video sistem penanaman herbal ini akan diupload di website resmi AMKE untuk mempermudah mengakses bagi masyarakat yang ingin berkunjung pada wisata AMKE tanpa perlu keluar rumah dan tetap mengikuti aturan yang berlaku saat pandemi.

“Dengan adanya kegiatan berbasis virtual ini, diharapkan daya tarik Wisata AMKE yang berada di Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu ini juga dapat dinikmati oleh para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia,” ucap Dian.

(ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *