JCW, Soroti Amburadulnya Proyek Pembangunan SANIMAS Di Kelurahan Brondong

oleh -93 views

RADARBANGSA.CO.ID || LAMONGAN – Polemik dan protes warga yang terjadi di wilayah kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, kabupaten Lamongan,Jawa timur, terkait pembangunan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) di kelurahan Brondong mendapat sorotan tajam dari beberapa lapisan masyarakat, sebab keluhan warga tidak direspon oleh Dinas PUPR/Perkim Kabupaten Lamongan.

Yang seharusnya instansi terkait bisa menjelaskan pada warga yang berdampak agar masyarakat menjadi tenang dan mendapat solusi terbaik, bukan malah tidak merespon seperti ini, akibatnya menjadikan polemik ditengah – tengah masyarakat dan justru saling tuding, Saat media ini menemui sesepuh Pantura Kyai.M.Muzakkin (Gus Zakky), Ketua Umum JCW(Jatim Corruption Watch)Provinsi Jawa timur, yang juga ketua pusat BPAN RI(Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) ini, beliau sempat kaget dan langsung meresponya.

Gus Zakky sangat menyayangkan sekali pada pejabat pemerintah, khususnya dinas yang menangani proyek tersebut, karena apa sih jeleknya merespon keluhan warga, disamping berpahala juga akan bisa menunjukkan kalau itu adalah pejabat yang amanah,menurutnya.

“JCW akan lakukan investigasi, bila ada indikasi penyalah gunaan wewenang dan korupsi terhadap proyek tersebut, maka akan kami laporkan ke Polres atau ke Kejaksaan Negeri Lamongan, bila perlu ke Polda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Timur, melihat nilai proyeknya nanti, bahkan bisa ke Mabes Polri, Kejagung dan KPK sekalipun.

Intinya JCW siap mengawal untuk mencari keadilan warga kelurahan Brondong”, Tuturnya, saat ditemui awak media di pesantrenya Rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba Asma’Berojomusti,di kampung Sekanor, Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa timur, Rabu,(14/08/2019).

Lanjut Gus Zakky, panggilan akrabnya, “Kita sangat prihatin dengan adanya proyek ini, sebab pembangunan SANIMAS pengolah limbah rumah tangga,di wilayah kelurahan Brondong, ini diduga minim sosialisasi, dikhawatirkan akan terus menyisakan persoalan, pasalnya penggalian lobang untuk Sapitheng yang berlokasi berdekatan dengan hunian warga, justru warga sekitar tidak tahu menahu, selain itu, titik lokasinya juga ditengarai bakal berjejer dengan lahan yang rencananya akan di bangun SMKN Maritim, milik Pemprop Jatim” Terangnya.

Saat media mengkonfirmasi kepada dinas yang bersangkutan, di jawablah seperti ini, “Terimakasih atas informasinya,” ujar Suyatmoko, kadis PUPR/Perkim pemkab Lamongan.

Keluhan dan protes warga tersebut bermula ketika datang alat berat (Bego) yang melakukan pengerjaan penggalian untuk tempat limbah rumah tangga tersebut.

Ironisnya, protes dilancarkan, pengerjaan terus berlanjut.
Direktur Madani Institut, Ronny Kondom menyayangkan sikap dinas Perkim Kota Soto itu, yang lamban merespon protes warga.

“Program SANIMAS itu, program dari kementerian PUPR Ditjen Ciptakarya, nah, kalau tujuan pemerintah baik, kenapa ujung ujungnya malah timbul masalah,” kata Rony.

Menurut dia, bupati harus merespon masalah ini, kalau memang Dinasnya tak mau menggubris.

“Kalau masalah kayak gini saja, Dinas lamban, bagaimana jika masalah yang lebih pelik lagi,” ungkap Rony dalam mengakhiri pembicaraanya.

Sumber : Suara JCW News,
Reporter : MM/Kiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *