JE Terduga Pelaku Kejahatan Seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu Segera Diperiksa Polda Jatim

  • Whatsapp

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak bersama 2 dari 14 korban kejahatan seksual yang terjadi di SMA Selamat pagi Indonesia di Kota Batu Jumat 18 Juni 2001 mendatangi penyidik Polda Jatim untuk menanyakan hasil pengembangan penyelidikan (SP2HP -red) atas laporan korban kejahatan seksual , eksplotasi ekonomi dan kekerasan fisik yang diduga dilakukan pengelola dan pemilik sekolah Selamat pagi Indonesia.

Selain menanyakan hasil pengembangan penyidikan, korban yang didampingi oleh Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umim Komisi Nasional Perlindungan Anak itu juga memberikan informasi tambahan baru diantaranya adalah memberikan informasi tempat kejadian perkara yang baru dan memberi informasi tambahan terduga pelaku yang melakukan kekerasan fisik terhadap salah seorang peserta didik sekolah Selamat pagi Indonesia.

Bacaan Lainnya

:”ya, tadi saya memberikan informasi tambahan yang bisa dijadikan bukti petunjuk untuk melengkapi barang bukti (BB -red) dalam kesempatan itu saya sudah memberikan satu nama lagi sebagai terduga pelaku kekerasan fisik untuk diperiksa,”.

Disamping itu saya juga telah mebertikan informadi tempat kejadian perkara perkara yang baru yang dapat diperoksa penyidik, selain di lingkungan Selamat Pagi Indonesia dan diluar lingkungan Selamat Pagi Indonesia”,

Dengan tambahan informasi baru itu, penyidik Unit RENAKTA Polda Jatim yang menanganani perkara kejahatan seksual dan ekslotasi ekonomi serta kekerasan fisik, konsekuensi korban diperiksa kembali untuk melengkapi Berita Acara tambshan demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak kepada sejumlah media yang menjegatnya usai bertemu Kabid Renakta Polda Jatim AKBP A. Macfud di markas Direskrimum Polda Jatim Jumat 18/06.

Lebih lanjut Arist menjelaskan, untuk memperjelas posisi hukum JE sebagai yerdiga pelaku kejahatan seksual terhadap puluhan anak peserta didik di SMA Selamat Pagi Indonesia, satu dua hari minggu depan JE (48) segera diperiksa. ” Surat panggilannya sudah dibuat hari ini, demikian dipastikan AKBP A. Macfud”,

Sementara para pengelolah SPI yang mengetahui kejadian ini namun tidak berbuat juga secara maraton dijadwalkan juga akan diperiksa. “Informasi yang saya dapat perkara ini mendapat atensi dari Kapolda Jatim”.

Oleh sebab itu, KOMNAS Perlindungan Anak patut memberikan apresiasI yang setinggi-tingginya kepada jajaran Ditreskrimum khuusnya Unit Renakta Polda Jatim atas dedikasi dan kerja cepatnya dalam menanganani perkara SPI.

Untuk memberikan jaminan perlindungan bagi saksi, korban dan keluarganya, Rabu 17/06 saya sudah menyerakan korban kepada LPSK di Jakarta. “Kita tungguh sajalah proses penyidikan yang dilakukan Polda Jawa Timur”.

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *