Jelang HUT RI ke 77, Penjual Pernak pernik Merah Putih dari Garut Ramaikan Lumajang

Penjual pernak pernik Merah Putih di jalan Wonokerto Kecamatan Tekung (IST)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun 2022, para pedagang musiman pernak-pernik khas kemerdekaan RI mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan kawasan Lumajang

Seperti di Jl. Raya Wonokerto, Dusun Krajan, Desa Wonokerto Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang Jawa Timur ini, tampak beberapa pernak-pernik yang antara lain Bendera merah putih dan umbul-umbul mewarnai bahu jalan kawasan itu.

Bacaan Lainnya

Sesekali Bendera dan umbul umbul itu pun bergoyang ke depan dan ke belakang seakan menari-nari setelah tertiup angin.

Salah satu pedagang bendera dan umbul umbul, Muhammad Iksan, mengaku dalam menjual barang dagangannya tidak sama. ” Ya, harganya bervariasi mas, mulai dari harga Rp. 30.000 – 150.000, hingga Rp. 400.000,” ucap Muhammad Iksan (29), asal kabupaten Garut ini, saat ditemui Radarbangsa.co.id di lapaknya, Senin (8/8).

Pemuda hitam manis ini mengaku, berdagang pernak-pernik itu sudah delapan tahun terakhir ini. ” Sedari 2015 hingga tahun ini saya berdagang umbul umbul dan bendera mas,” kata pria yang hingga saat ini masih melajang ini.

Dikatakan Iksan, kalau sebelumnya ia berdagang atribut itu di jalan veteran Lumajang. Kalau di jalan Wonokerto desa Wonokerto, masih kali pertama dirinya membuka lapaknya. “Saya dulu ikut paman, sekarang sudah berdagang sendiri. Karena di jalan veteran sudah ada paman, saya memilih di jalan Wonokerto ini. Karena masih kali pertama, ya mesti bersabar mas, karena masih banyak yang belum tahu”, katanya.

Untuk tahun ini, kata Iksan, tidak seperti tahun tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya perharinya bisa laku Rp 3 – 4 jt. “Sekarang sudah ada yang jualan lewat online, jadi pembeli agak berkurang”, jelasnya.

Lebih lanjut Iksan menyampaikan, kalau dalam berjualan, dirinya mengandalkan pembeli borongan. “Kalau cuman lakunya satu atau dua atribut, itu cuman cukup untuk makan dan rokoknya saja.Tapi Alhamdulillah, cukup untuk menyambung hidup mas”, tutur Iksan.

Untuk menghemat biaya hidup, Tahun ini Muhammad Iksan tidak lagi bersama dengan rekan rekan nya yang sama sama dari Garut. Iksan memilih kos di desa Wonokerto Kecamatan Tekung. Karena, selain menghemat tenaga, juga bisa menghemat bensin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.