Jembatan di Indramayu Nyaris Roboh, Butuh Bantuan Secepatnya

Dok : foto Jembatan Kali Cibenoang – Casmadi Radar Bangsa

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Jembatan yang membentang pajang sekitar 15 Meter, Nyaris Roboh diatas Kali Cibenoang yang terletak di Desa Sukamelang Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, butuh perhatian serius dari Pemerintah, Pasalnya pondasi jembatan tersebut sudah Miring hingga menyebabkan jembatan menjadi Amblas, kondisi ini dikhawatirkan akan membuat jembatan roboh.

Salah Seorang Warga, Pada Sabtu (17/9/2022) berharap, jembatan tersebut segera diperbaiki, mengingat jembatan itu merupakan satu diantara jembatan di jalan poros di Desa Sukamelang.

Bacaan Lainnya

“Jembatan ini berada di jalan poros yang menghubungkan antara Desa Sukamelang dengan Desa Temiyang dan Jembatan tersebut diperkirakan dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 2,5 meter ini, kondisinya sangat memperihatinkan,” ucap Warga

Dok : Foto Jembatan Cibenoang – Casmadi Radar Bangsa

“Jembatan Kali Cibenoang tersebut, memang sudah lama dibangun, namun hampir lima tahun belakangan ini jembatan tersebut tidak pernah tersentuh perehapan sehingga wajar saja kalau jembatan tersebut mengalami kerusakan seperti sekarang,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia Kabupaten Indramayu, Teddy Eka Pujiyanto, Pada Sabtu (17/9/2022) Mengatakan. “Jembatan Tersebut merupakan Akses Jalan Poros, dan butuh perhatian serius dari Pemerintah, dikarenakan pondasi jembatan tersebut sudah Miring dikhawatirkan akan roboh,” ucapnya.

Teddy. Menambahkan. Kami Kira Pembangunan Jembatan ini, Jika Pemerintah Desa yang membangun Tidak akan Mampu, Karena Jika Dana Desa di Fokuskan Untuk Membangun Jembatan Saja, Nanti Bagaimana dengan Pembangunan yang Lainnya.

“Kami sangat berharap kepada Pemkab Indramayu, Pemprov Jawa Barat juga Pusat sebab anggaran Pembangunan Jembatan lumayan besar, maka dari itu untuk membangun Kembali jembatan Cibenoang. Jangan oleh Pemerintah Desa yang Membangun karena hanya memiliki anggaran DANA DESA (DD), saja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *