Jerry Massie, Soroti Anggaran jadi – jadian di ABPD DKI Jakarta

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ketua Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK), Jerry Massie, menyoroti komplikasi timbunan anggaran jadi-jadian di APBD DKI Jakarta.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta, diketahui mengangarkan fulus sebanyak Rp 82,8 miliar untuk membeli Lem Aibon.

Bacaan Lainnya

Anggaran duit sebanyak itu bernama, Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri.

Duit sebanyak itu, bakal dibelikan Lem Aibon untuk 37.500 orang selama 12 bulan. Harga Lem Aibon sebesar Rp184 ribu per buah. Total keseluruhan menjadi Rp 82,8 miliar.

Usai ramai diperbincangkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI membantah, Disdik DKI mengklaim hanya menganggarkan untuk keperluan pengadaan peralatan alat tulis kantor (ATK).

Sementara pengadaan Lem Aibon bagi siswa diduga kuat salah ketik.

Apapun dalilnya, fulus sebanyak itu sempat tertera dalam situs resmi apbd.jakarta.go.id dan beredar luas di kalangan masyarakat lewat screen cut atau tangkapan layar.

“Saya menilai ini sebuah pemborosan anggaran. 82 miliar ini angka fantastis. Setidaknya saat laporan usulan PPAS-KUA bisa batalkan oleh DPRD seperti yang dilakukan saat tidak menandatangani dana Rp. 13,1 triliun dana Silpa,” kata Jerry, kepada awak media, Rabu (30/10/2019).

Seharusnya,kata Jerry, DPRD kudu secara detail mengontrol ketat anggaran khususnya APBD. Bila dibiarkan, justru memicu penyalah-gunaan uang semakin “beringas”.

Banyaknya keluhan masyarakat,soal komplikasi APBD DKI.Lalu tinggal dua bulan lagi tahun 2019 bakal berlalu informasi serapan anggaran dari situs resmi publik.bapedadki.net. baru terserap 57,12 persen pada bulan Oktober 2019.

Hal ini menambah pelik persoalan di era pimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Untuk itu seyogyanya, kata Jerry, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) segera turun gunung menyikapi dugaan pemborosan anggaran ini.

“Kan Rp 82 miliar bisa untuk ratusan beasiswa anak kurang mampu. KPK harus turun dan BPK juga jangan biarkan pemborosan anggaran di DKI,” tutupnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *