Jum’at Pagi”RSUD SYAMRABU Membagi-Bagikan Abate Pada Masyarakat

0
119

BANGKALAN, Radarbangsa.co.id – Kegiatan bersih-bersih tiap hari Jum’at yang rutin dilaksanakan oleh pegawai RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebuh (SYAMRABU) di Jalan Pemuda Kaffa nomer 9, Bangkalan. Rutinitas kali ini dilaksanakan seperti Jum’at sebelumnya. Dengan dikomandoi langsung oleh Plt Direktur RSUD Syamrabu, dr. Andri Purnomo, Jum’at (01/03) pegawai menjadi lebih bersemangat untuk membersihkan lingkungan rumah sakit tersebut meski ada sift petugas kebersihan rumah sakit yang rutin membersihkan.

Salah seorang pegawai rumah sakit menuturkan pada awak media bahwa biasanya seusai bersih-bersih lingkungan rumah sakit, kami keliling menemui pasien untuk mengetahui sejauh mana tingkat pelayanan kami serta meng-edukasi keluarga pasien akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal pasien.

Seperti halnya kali ini, untuk mengurangi banyaknya pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebuh (Syamrabu) membagikan bubuk abate kepada keluarga pasien. Pasalnya, ada peningkatan DBD dalam dua bulan terakhir. Jumlah pasien DBD mencapai 300 orang. Pembagian bubuk abate secara gratis kepada keluarga pasien di RSUD Syamrabu dimaksudkan agar mengurangi jumlah penderita DBD.

Ditemui disela-sela kesibukannya meng-edukasi pasien serta keluarganya, plt. Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Andri Purnomo mengatakan,“Pembagian abate ini tepat sekali dalam langkah pencegahan dan menekan perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah. Maka itu, koordinasi diperlukan untuk dapat disosialisasikan ke masyarakat mengenai penggunannya. Terlebih kepada keluarga pasien yang berada di sini.” Tuturnya menjelaskan.

Menurut dokter Andri (sapaan akrabnya) yang didampingi oleh dr. Nunuk K. Sp. Rad menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang hanya mengetahui fogging padahal sebenarnya di perlukan pemberantasan mulai dari jentik agar perkembangbiakan nyamuk Aides Aigepty bisa di tekan. Itu bisa dilakukan melalui pemasangan bubuk abate di tempat penampungan air bersih. Sebab, nyamuk ini cenderung berkembang biak di lingkungan air bersih.

Saat di singgung mengenai jumlah pasien demam berdarah, dr Andre menyampaikan,“Untuk kasus DBD, pasien yang di rawat di RSUD sekitar 300 pasien dalam dua bulan terakhir. Pembagian abate dilakukan semata karena kepedulian terhadap seluruh pasien yang ada di RSUD Syamrabu ini. Sedangkan untuk penetapan status KLB merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.” Tuturnya.
Dokter Andri berharap akan perlunya kesadaran masyarakat dalam hidup sehat dengan langkah 3 M yakni menutup, menguras dan mengubur. Pada saat menguras bak atau wadah air, seharusnya diikuti dengan menggosok dinding bak atau tempat penampungan air tersebut.

“Peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan, ini dari masyarakat untuk masyarakat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama memberantas penyakit, apapun itu, dalam hal ini DBD.” Tutupnya. (Ruslan)

LEAVE A REPLY