Kabupaten Kediri Segera Miliki Dewan Kesenian

  • Whatsapp
Khusnul Arif, S.Sos menyerahkan draft ADART Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Mimpi bertahun-tahun dari para penggiat kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Kediri untuk mempunyai Dewan Kesenian sebagaimana disampaikan dalam kegiatan Bawa Rasa Budaya Sareng Mas Dhito di Graha PPN, Studio 2 Radio Panjalu FM Sabtu sore, 03 Oktober 2020, nampaknya bukan hanya isapan jempol belaka.

Setelah H. Hanindhito Himawan Pramana, SH, yang akrab disapa Mas Bup Dhito dilantik menjadi Bupati Kediri pada akhir bulan Februari kemarin, para penggiat seni dan budaya langsung melakukan komunikasi dan diberikan dukungan penuh.

Bacaan Lainnya

Setelah membentuk tim perumus Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) yang terdiri dari sembilan perwakilan berbagai elemen, Kamis, 18 Maret 2021 sore menggelar sarasehan dan membahas draft ADART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga).

Hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pendapa Panjalu Jayati ini di antaranya pemerhati dan penggiat kesenian dan kebudayaan, Khusnul Arif, S.Sos (Mas Pipin), Agus Imam Mubarok (Gus Barok), Bashlul Hazami, Siswantoro, Nanang Priyo Basuki, Jamran, Eka Satria Setywan (Eka Hanoman), Agus Budiono (Agus Dalang), dan Debi Setiawan, dan lain sebagainya.

Hadir pula dalam sarasehan tersebut, Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramana, SH, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Ir. Adi Suwignyo, M.Si, Plt Kepala Bagian Hukum Kabupaten Kediri, Suwono, dan perwakilan penggiat kesenian dan kebudayaan lainnya.

Seusai acara sarasehan, Mas Bup Dhito dikonfirmasi mengatakan, dirinya sangat mendukung penuh pembentukan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri tersebut. Beliau juga mengaku akan memberikan fasilitas guna kegiatan pelestarian seni dan budaya di wilayah setempat.

“Kami akan merawat cagar budaya, termasuk melakukan pendataan. Kami juga berkeinginan Kabupaten Kediri ini menjadi pusat literasi, semuanya akan kami fasilitasi. Apalagi Unesco juga telah menetapkan Kisah Raden Panji. Yang pasti, saya mendukung semua kegiatan seni dan budaya. Namun kapan bisa diijinkan pertunjukan, saya mohon waktu dua sampai tiga minggu,” katanya.

Mas Bup Dhito juga meminta Dinas Pendidikan untuk terlibat dalam regenerasi, dan memberikan waktu khusus di dunia pendidikan guna menggenal budaya.

“Kami akan bicarakan dengan Kepala Dinas Pendidikan Bapak Sujud Winarko, agar seni dan budaya masuk di dunia pendidikan. Kami juga telah mempersiapkan gedung kesenian di Desa Menang, Kecamatan Pagu,” ucap Mas Bup Dhito.

Sementara itu, Khusnul Arif, S.Sos, dikonfirmasi menjelaskan tujuan pembentukan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri ini adalah untuk menggali, melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya serta menyalurkan aspirasi dan kreativitas seni dan budaya yang ada di Kabupaten Kediri.

“Fungsi DK4 ini di antaranya sebagai perkumpulan perwakilan jenis kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Kediri, Saluran aspirasi, gagasan, wawasan dan kreativitas seniman dan kebudayaan di Kabupaten Kediri,” terang Mas Pipin.

Selain itu, lanjut owner Radio yang selalu nguri-nguri kesenian dan budaya, yakni Jayakatwang FM dan Panjalu FM ini menjelaskan, DK4 juga berfungsi sebagai pelaksana pembinaan dan pengembangan kesenian dan kebudayaan untuk membantu pemerintah daerah melalui peningkatan aktifitas kesenian dan kebudayaan, peningkatan kualitas kesenian dan kebudayaan, peningkatan apresiasi seni dan budaya masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan seniman dan budayawan.

“Dengan adanya DK4 ini diharapkan nantinya bisa menjadi pemersatu para seniman dan budayawan, serta terciptanya pelestarian kesenian dan kebudayaan, dan Kabupaten Kediri kembali meraih kejayaan seperti masa kerajaan dahulu kala,” harap Founder Yayasan LPS (Laskar Peduli Sesama) ini.

Mas Pipin juga meminta dukungan serta masukan dari semua pihak agar nantinya para tim perumus DK4 dan tim formatur pembentukan pengurus dapat berjalan dengan lancar, serta benar-benar menjadi wadah bagi semua jenis kesenian dan kebudayaan yang ada.
(Fatkhul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *