Kades Panyindangan Cianjur Terus Membankitkan Ekonomi Warganya dan Menangani Covid-19 Dengan Kebersamaan

  • Whatsapp
Kepala desa Panyindangan Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, DEDEN SELAMAT saat menjelaskan tentang penanganan Covid-19 tahun 2020 di desa Panyindangan [NST}

CIBINONG-CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Kebersamaan adalah kunci penanganan covid-19 dan segala permasalahannya yang menyertai di desa Panyindangan.

Berbagai macam cara telah dilakukan oleh pemerintah desa Panyindangan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat selama musibah pandemi covid-19 mendera negri, sehingga perekonomian masyarakat tidak terlalu jatuh dan masih bisa bertahan dan berpenghasilan walaupun tidak seperti saat situasi normal.

Bacaan Lainnya

Hasil tani masyarakat yang selama ini cukup menjanjikan, namun karena kondisi pandemi ini mengakibatkan hasil jual jatuh total alias anjlok.

Disini dibutuhkan perhatian pemerintah atau pihak swasta yang bisa menangani dan menormalkan perekonomian dalam artian pemasaran, atau dapat menampung hasil pertanian masyarakat.

Kepala desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, provinsi Jawa Barat, Deden Selamat, mengatakan; “masyarakat Panyindangan hidup dengan menggarap lahan pertanian untuk mendapatkan penghasilan selama ini, dan hasilnya cukup memuaskan.

Kreativitas masyarakat dalam bertani menekuni budidaya, apakah itu pisang, singkong, pepaya, cabe kriting, bertanam padi baik di sawah maupun di kebun, atau bertanam sayur-sayuran lainnya dapat dibilang sukses.

Jumlah penduduk desa Panyindangan ini 6.347 jiwa, 2.459 kepala keluarga (KK), tersebar di 23 Rukun Tetangga (RT), 11 Rukun Warga (RW), dan 5 dusun, mayoritas sumber penghidupannya adalah bertani. Jelas Kades Deden Selamat kepada Jurnalis RadarBangsa.co.id pada saat bersilaturrahim di ruang tamu Kantor desa Panyindangan. Rabu (13/01/2021).

Akan tetapi kendala yang dihadapi saat pandemi ini adalah pemasarannya, yang semula buah-buahan tersebut sudah punya pasar sendiri, dan memiliki nilai jual atau harga tinggi, bahkan sampai terjual di pengumpul itu Rp 5.000,- per kilogram seperti pisang, atau pepaya. Sekarang jatuh harganya sampai Rp 2.000,- per kilogram.

Melalui kegiatan desa, masyarakat kita sebagian terus kita libatkan untuk bekerja, seperti pembangunan infrastruktur jalan dengan rabat beton umpamanya, dengan harapan dapat meringankan beban berat yang mereka pikul untuk menutupi kebutuhan keluarga mereka, dan kita lakukan secara bergiliran.

Pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten telah menurunkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat Panyindangan, dan sejumlah kepala keluarga yang tidak terkafer bantuan tersebut, BLT DD lah menutupinya berdasarkan anjuran dan petunjuk pemerintah yang di atas. Jelas Kades Panyindangan Deden Selamat.

Alhamdulillah, berkat kebersamaan semua pihak, mulai dari pemerintah desa serta perangkat-perangkat desa, polisi, TNI, pihak kesehatan, pemuda atau karang taruna, PKK, dan masyarakat Panyindangan secara keseluruhan menjadikan Panyindangan zona hijau.

Kepada masyarakat Panyindangan kami terus memberikan edukasi, agar selalu mengindahkan protokol kesehatan dengan 3M, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak.

Bagi pendatang baru di desa, mereka kita sarankan untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari, sebelum membaur dengan keluarga atau masyarakat lainnya.

Kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kami ucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuannya.

Kepada masyarakat desa Panyindangan kami himbau untuk selalu indahkan protokol kesehatan. Semoga musibah covid-19 ini cepat berlalu agar kita hidup normal kembali. Papar Kades Deden Selamat.

(A.E. Nasution)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *