Kadinkes Pasuruan : Tercatat 5694 Ibu Hamil Segera Divaksin

  • Whatsapp

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Dalam waktu dekat, ribuan ibu hamil di Kabupaten Pasuruan, akan segera divaksin. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah mengatakan, tercatat ada 5694 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi. Dimana jumlah tersebut didapat dari pendataan Kantor KB-PP Kabupaten Pasuruan. Sedangkan vaksin yang akan disuntikkan merupakan alokasi dari BKKBN.

“Kami mendapatkan data sebanyak 5694 ibu hamil di Kabupaten Pasuruan yang menjadi sasaran vaksinasi. Dalam waktu dekat akan kita lakukan,” kata Ani, di sela-sela kesibukannya, Selasa (07/09/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, perempuan hamil memiliki peningkatan risiko bergejala berat jika terinfeksi COVID-19. Bahkan diprediksi akan lebih parah jika menular pada wanita hamil dengan kondisi medis tertentu.

Oleh karenanya, vaksinasi kini dianjurkan agar penularan Covid-19 melalui ibu hamil dan menyusui, bisa semakin ditekan.

“Ibu hamil merupakan golongan yang rentan terinfeksi COVID-19, karenanya vaksinasi terhadap mereka sangat penting untuk segera dilakukan. Apalagi pemberian vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil ini telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional,” tambahnya.

Untuk ibu hamil, vaksin yang akan diberikan yakni Sinovac. Hanya saja, Ani menjelaskan bahwa bumil yang bisa divaksin adalah kehamilan di atas 13 minggu hingga 33 minggu.

Dan untuk saat ini, alokasi vaksin khusus bumil sudah ada, namun tinggal menunggu datangnya saja. Menurut Ani, total ada 10 ribu dosis vaksin sinovac yang diperuntukkan bagi bumil yang akan ditempatkan di Puskesmas.

“Kalau pelaksanaannya bisa di balai desa. Supaya tidak terlalu jauh karena kondisinya tengah hamil,” ujarnya.

Lebih lanjut Ani menegaskan bahwa saat ini pihaknya juga tengah meyakinkan perempuan hamil yang masih ragu dan ketakutan untuk menerima vaksin.

“Vaksin yang diberikan halal dan aman. Kita juga siapkan petugas apabila setelah vaksin terjadi KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi,” tutupnya. (***/Adk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *