Kami Harap Media Turut Menguatkan Ekonomi Kerakyatan, Bukan Menghakimi

0
304
Foto Istimewa : Lurah Babat Drs Siti Aminah, MM saat dikonfirmasi awak media di kantor kerjanya .(Doc Radarbangsa Istirohah Pribadi)

LAMONGAN. Radarbangsa.co.id – Beberapa waktu yang lalu pihak Kejaksaan Negeri (Kejari ) Lamongan pernah mewawancarai pejabat Lurah dari 4 (empat) Kecamatan di Kabupaten Lamongan yakni Kecamatan Lamongan, Babat, Paciran dan Brondong di Kantor Kejari Lamongan terkait Dana Stimulan RT periode tahun 2012 sampai 2016.

“Memang benar bahwa pihak kami pernah memanggil    pejabat    Lurah dari 4 (empat) Kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan yakni Lamongan, Babat, Paciran dan Brondong, “kata Yugo Susandi Kasi Pidsus Kejari Lamongan saat diruangannya. Rabu (30/01/2019) siang

“Dan mereka kami panggil itupun sebatas wawancara terkait Dana Stimulan RT tahun 2012 sampai dengan tahun 2016,” tuturnya.

Foto Istimewa : Yugo Susandi Kasi Pidsus Kejari Lamongan. (Doc Radarbangsa Hd)

Menurut Yugo, jika ada sebuah pemberitaan terkait kita mewawancarai mereka itu terlalu berlebihan. Seandainya benar itu pemanggilan kepada Lurah itu biasa.

“Pemanggilan itupun kami tujukan kepada pejabat Lurah. Seandainya ada pergantian pejabat diluar periode tahun 2012 sampai dengan 2016 kita tidak tahu kalau ada pergantian pejabat. Maka pejabat periode 2017 sampai dengan sekarang hanya kita wawancarai sebentar karena tidak banyak yang kita tanyakan,”terangnya.

Biasanya,lanjut Yugo panggilan Yugo Susandi, pemanggilan akan kita lanjutkan kepada pejabat lama pada periode 2012 sampai dengan 2016.

“Setelah   wawancara   tersebut  baru  dikumpulkan, namun hasilnya  belum bisa dijadikan   kesimpulan,”pungkas   Kasi Pidsus Kejari Lamongan.

Sementara Lurah Babat Drs Siti Aminah, MM saat dikonfirmasi awak media di kantor Kelurahan Babat Kecamatan Babat Lamongan, membenarkan pernah
dipanggil oleh pihak Kejari Lamongan.

“Saya dipanggil pihak Kejari Lamongan atas nama pejabat Lurah Babat. Dan wawancara dari pihak Kejari Lamongan tidak terlalu banyak. Intinya mereka menanyakan terkait Dana Stimulan RT periode tahun 2012 sampai dengan 2016,”tutur Lurah Babat Drs.Siti Aminah,MM saat di kantor Kelurahan Babat Jalan Gotong Royong.

Saya, masih lanjut penuturan Siti panggilan Drs Siti Aminah,MM, menjabat sebagai Lurah Babat mulai tahun 2017 sampai dengan sekarang. Jadi pertanyaan dalam wawancara yang sampaikan pihak Kejari Lamongan tidak terlalu mendalam.

“Jika ada pemberitaan yang menyebutkan atas nama saya sebagai pejabat Lurah Babat diduga terindikasi kasus korupsi dan atau terancam dipenjara terkait Dana Stimulan RT periode tahun 2012 sampai dengan 2016 itu tidak benar dan terlalu mengada-ada,”tegas wanita cantik yang berjilbab.

Menurutnya, mereka sebelum menulis naskah berita harusnya konfirmasi terlebih dahulu kepada berbagai narasumber. Sehingga berita bisa berimbang dan tidak seolah-olah menghakimi.

“Beberapa teman Kepala Desa dan atau Lurah khususnya wilayah Kecamatan Babat sempat menghubungi saya agar untuk tidak terlalu memikirkan pemberitaan tersebut. Dan untungnya warga masyarakat Kelurahan Babat lebih percaya dengan pemerintahan sekarang,”ujarnya.

“Saya sangat berharap kepada semua jurnalis atau wartawan lebih bijak dan mengedepankan kode etik jurnalistik. Karena media mereka sangat dibutuhkan oleh semua pihak dalam menguatkan ekonomi kerakyatan khususnya yang berbasis digital,”pungkasnya. (hd/Isti)

LEAVE A REPLY