Kapolresta Banyuwangi Himbau Masyarakat Tenang terkait Stabilitas Harga Beras

Kapolresta Banyuwangi

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Kombespol Nanang Haryono, Kapolresta Banyuwangi, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait stabilitas harga beras di wilayah tersebut. Saat melakukan Operasi Pasar bersama Forkopimda di Pasar Rogojampi pada Jumat (23/02), beliau menekankan pentingnya ketenangan masyarakat dalam menghadapi situasi ini.

“Kita harap masyarakat dapat tenang mengenai ketersediaan beras di Banyuwangi. Semoga harganya segera stabil karena permasalahan ini tidak hanya terjadi di tingkat lokal, namun juga bersifat nasional,” ujar Kapolresta Nanang.

Bacaan Lainnya

Beliau menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Bapanas per tanggal 22 Februari 2024, harga beras kualitas premium naik sebesar 0,74% menjadi Rp. 16.330 per kilogram, sementara harga beras kualitas medium naik tipis sebesar 0,92% menjadi Rp. 14.270 per kilogram.

Dalam upaya menangani situasi ini, satgas Polresta Banyuwangi akan mempercepat distribusi beras langsung ke masyarakat dan pasar. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Kasatgas Pangan Polri, yang memerintahkan penindakan tegas terhadap segala bentuk penyimpangan dalam distribusi beras.

“Polresta Banyuwangi akan mengawasi distribusi beras dan memonitor komoditas lain yang berpotensi mengalami kenaikan harga sebagai dampak dari kenaikan harga beras,” tegas Kapolresta Nanang.

Ditambahkan oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, bahwa operasi pasar digelar untuk menekan harga beras dengan menyediakan beras murah kepada masyarakat. Operasi pasar dilaksanakan secara serentak dan bergiliran di 25 Kecamatan, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan Bulog.

Sugirah juga menyebutkan bahwa kenaikan harga beras saat ini dipengaruhi oleh faktor El Nino yang berdampak pada musim panen petani di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Harisun, mengungkapkan bahwa setiap warga dibatasi pembelian dua karung beras masing-masing seberat 5 kilogram dalam operasi pasar. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap warga mendapatkan beras secara adil dan untuk mencegah penimbunan.

“Dengan operasi pasar ini, kami ingin memastikan bahwa beras sampai kepada masyarakat dan tidak diperjual belikan kembali,” kata Harisun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *