Home / BERITA HARI INI / Karena Burung Ini, Warga Bojonegoro di Ringkus Team Jaka Tingkir

Karena Burung Ini, Warga Bojonegoro di Ringkus Team Jaka Tingkir

LAMONGAN. Radarbangsa.co.id – Melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melalui Tim Kebanggaan Polres Lamongan Jaka Tingkir terpaksa meringkus Moch.Taufiqurrohman(27) warga Desa Pasinan, RT.15 RW.05, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Lihat  Videonya :

 

Moch.Taufiqurrohman (tersangka) diduga telah melakukan transaksi jual-beli sejumlah burung atau satwa yang dilindungi melalui media sosial.

“Lagi-lagi Tim Jaka Tingkir yang merupakan Tim kebanggaan Polres Lamongan berhasil mengungkap tindak kejahatan. Kali ini tim Jaka Tingkir berhasil mengungkap transaksi jual beli satwa langka berupa burung Nuri kepala Hitam dan burung perkici pelangi di wilayah Kecamatan Babat,” Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Slamet saat press release di Mapolres Lamongan.Selasa (23/10/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Dikatakan Kompol Slamet yang di dampingi Kasat Reskrim AKP Wahyo Norman Hidayat, tersangka diamankan oleh Tim Jaka Tingkir di area Parkir Bank BRI Babat Jalan Raya Babat, Kecamatan Babat, Kecamatan Babat pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 pukul 17.15 WIB.

“Selain menangkap tersangka, Tim Jaka Tingkir Reskrim juga mengamankan barang bukti berupa 3 (tiga) ekor burung Nuri Kepala Hitam dan 3 (tiga) ekor burung perkici pelangi. Tersangka belum sempat menjual 6 (enam) ekor burung langka tersebut,” ungkap Kompol Slamet.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat menjelaskan pengungkapan transaksi jual-beli satwa yang dilindungi berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya jual-beli burung dilindungi melalui Group WhatsApp ” Jual Beli Burung Jinak Lamongan “.

“Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan. Dan setelah mendapat informasi langsung melakukan pengaman tersangka dan barang buktinya,” jelas Kasat Reskrim AKP Wahyu Norman Hidayat.

Di hadapan petugas dan awak media saat press release tersangaka mengaku burung tersebut dijual Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta perekor. Burung langka tersebut diperoleh Moch.Taifiqurrohman dari luar Lamongan.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 huruf a Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta” pungkas Norman, panggilan AKP Wahyu Norman Hidayat.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah 2 Balai Besar Gresik Jawa Timur, Yarman,S.Hut.Mp, menjelaskan jika burung-burung yang diperjual belikan tersebut, memiliki keterbatasan wilayah jelajah serta populasi yang rendah. Sehingga kedua jenis burung langka itu dilindungi oleh undang-undang.

“Ini menurut peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1999, tentang pengawetan jenis tumbuhan dan Satwa, dan PP 20 tahun 2018 dan PP 92 tahun 2018, jenis ini merupakan jenis yang dilindungi undang-undang. Dan burung-burung ini berasal dari Papua. Untuk itu nanti akan kita lakukan rehabilitasi dan kembali dilepaskan ke alam,” jelas Yarman.

Reporter : Moch.Nuril Huda
Publish : Zainul Arifin

Check Also

Kembali Terjadi Tanah Longsor Di Wilayah Kabupaten Pacitan

Pacitan, Radarbangsa.co.id –Hujan dengan intensitas tinggi menguyur beberapa wilayah di Kabupaten Pacitan mulai sore hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *