Karena Suara PMII Ponorogo, Dinas Terkait Lakukan Musyawarah Bahas Pencemaran Air Terjun Pletuk

Musyawarah membahas pencemaran Air Terjun Pletuk, Ponorogo

PONOROGO, RadarBangsa.co.id – Sempat menjadi perbincangan hangat, pencemaran air Terjun Pletuk di kecamatan Sooko oleh limbah kotoran sapi perah, akhirnya Dinas Peternakan dan Dinas Lingkungan Hidup turun tangan, dengan mengadakan musyawarah di Kantor Kecamatan Pudak, Ponorogo.

Pencemaran tersebut digadang-gadang berasal dari kotoran sapi perah milik masyarakat yang berada di Kecamatan Pudak, Ponorogo. Sehingga Dinas Peternakan akhirnya mengumpulkan para peternak dan juga kepala desa untuk melakukan musyawarah untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Bacaan Lainnya

Selain para peternak, mahasiswa yang tergabung dalam PMII Unmuh Ponorogo juga turut dihadirkan dalam acara tersebut. Dimana sebelumnya permasalahan pencemaran ini diangkat oleh para mahasiswa yang kemudian melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, dan Dinas Peternakan, beberapa waktu yang lalu (03/9).

Dalam acara tersebut, Hanif Zein selaku Koordinator dari PMII menjelaskan bahwa, kehadirannya yakni untuk meluruskan dan menjelaskan tujuan dari PMII dalam mengangkat isu tersebut kepada masyarakat Pudak.

“Selain karena diundang, kehadiran PMII hari ini adalah untuk meluruskan dan mengklarifikasi kepada masyarakat Pudak bahwa, PMII sama sekali tidak pernah menyalahkan peternak sapi perah yang ada di Pudak dalam permasalahan ini.

“Silahkan dicek, kapan kami memberikan statement itu. Kami justru meminta dinas terkait untuk segera bergerak mengambil langkah-langkah guna menyelesaikan persoalan ini,” tegas Hanif. Selasa, (14/9/2021).

Hanif juga menambahkan, terkait hasil dari musyawarah ini, PMII akan ikut mengawal sampai dengan terealisasi sesuai apa yang dijanjikan oleh beberapa dinas dan pejabat yang hadir.

“Hari ini kami semua sudah mendengar apa yang menjadi kendala dari peternak dalam memaksimalkan pengelolaan limbah dan juga janji-janji dari pemerintah dalam mengatasinya.

Seperti Dinas Peternakan yang akan menurunkan program pembuatan pupuk organik, pembuatan IPAL. Juga dari Dinas Lingkungan Hidup yang berjanji akan menurunkan alat untuk Biogas. Itu semua akan kita kawal sampai benar-benar terealisasi. Termasuk inisiatif pembuatan Perdes,” sambungnya.

Terakhir, Hanif berharap, apa yang menjadi komitmen dari seluruh pihak dapat terlaksana dengan baik, dan juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh beberapa tokoh masyarakat pudak.

“Semoga segera terselesaikan, dan juga semua saling bekerja sesuai dengan apa yang sudah menjadi komitmen bersama. PMII juga berterima kasih kepada salah satunya mbah Dirni selaku tokoh masyarakat Pudak yang tadi kami sempat ketemu dan ternyata mendukung langkah teman-teman PMII,” tandas Koordinator PMII Unmuh Ponorogo ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, asisten Bupati Ponorogo, Kepala Dinas Peternakan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pudak dan Sooko, Kepala desa se-Pudak, dan juga para peternak sapi perah.

(hnf/ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *