Kebakaran Rumah di Desa Pondok Kopi di Perkirakan Mengalami Kerugian Mencapai 200 Juta

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUKO-MUKO, RadarBangsa.co.id – Desa Pondok Kopi, Hingga sekarang belum dapat diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang luarbiasa yang telah meludeskan satu unit rumah beserta isinya milik Rahmat 55 tahun warga Desa Pondok Kopi, Kecamatan Teras Terunjam, Sabtu (24/10) sore kemarin.

Sebab pada saat terjadi kebakaran, listrik PLN mati. Sedangkan pengakuan korban, sore itu pihaknya tidak menghidupkan atau memiliki lampu minyak tanah. Meskipun banyak timbul tanda tanya, namun peristiwa tersebut telah mengalami kerugian hingga mencapai 200 juta.

“Rumah semi permanen dengan ukuran 8 x 16 meter, uang, surat – surat penting, pakaian, barang elektronik, 10 kubik kayu meranti untuk bahan
rumah, dan seluruh barang berharga tidak ada satupun yang bisa diselamatkan. Yang bisa diselamatkan hanya pakaian di badan saja.
Untuk penyebabnya, sampai sekarang masih misteri,” terang Chon Ade, warga setempat.

Masih di katakan Con, kebakaran tersebut pertama kali dilihat oleh anak gadis korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Sore itu, anak korban sedang menggoreng pisang di dapur. Belum selesai menggoreng pisang, anak korban merasakan panas, dan akhirnya melihat ada kepulan asap berasal dari kamar tengah.

Anak korban pun berteriak meminta tolong, dan warga setempat berhamburan untuk melakukan pemadaman. Namun naas, upaya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Api baru padam setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba
di lokasi untuk memadamkan api.

“Api sempat menjalar ke rumah tetangga yang ada di sebelahnya. Tapi beruntung bisa diatasi setelah dinding rumah yang sudah terbakar itu dibongkar warga. Tidak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan api itu. Kalau tidak ada mobil pemadam, saya gak tahu apa yang akan terjadi,”
katanya.

Sayangnya, pasca kebakaran terjadi, belum ada bantuan dari pemerintah untuk korban. “Kalau dari pemerintah belum ada. Yang ada bantuan dari
warga. Ada yang ngasih pakaian, ada juga yang ngasih bahan makanan.

Kami bersama warga lainnya, juga sudah berusaha untuk menggalang dana untuk membantu korban kebakaran ini. Jika nanti terkumpul, bisa untuk
beli bahan bangunan, termasuk bisa untuk membeli bahan makanan,” terangnya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mukomuko, Saroni, SH, ketika dikonfirmasi tidak menampik jika sampai hari ini belum ada
penyaluran bantuan dari Pemkab untuk kebakaran di Desa Pondok Kopi.

“Untuk penyaluran bantuan, kemungkinan hari Senin besok (Hari ini, red). Namun apa jenis bantuanya, nanti akan kita lihat dulu stok yang ada di gudang.

Yang jelasnya, kalau beras sudah habis. Yang ada terpal, roti, minuman kemasan, dan yang lainnya. Mengenai bantuan uang, tidak ada. Karena anggaran untuk itu tidak dialokasikan,”
ujarnya.

(Log!/Ms)

Lainnya:

Berita Terkait

Jalan Santai UNA Ramai Ribuan Warga, Masa Depan SDM Asahan Disinggung
BLT Buruh Rokok Kembali Cair, Khofifah Tegaskan Negara Tak Boleh Abai pada Pekerja
BLT Buruh Rokok Rp2,5 Miliar Cair di Surabaya, Khofifah Soroti Daya Beli Keluarga
Khofifah Cairkan BLT Rp2,5 Miliar untuk Ribuan Buruh Rokok di Surabaya
Jembatan Putus Muratara Lumpuhkan Akses, Wagub Sumsel Janji Bangun Permanen
Pelayanan Publik Asahan Disorot, DPR RI dan Ombudsman Turun Tangan
Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim, Ekspor-Impor Kini Dipercepat
Gubernur Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim, Ekspor-Impor Kini Lebih Cepat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:55 WIB

Jalan Santai UNA Ramai Ribuan Warga, Masa Depan SDM Asahan Disinggung

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:39 WIB

BLT Buruh Rokok Kembali Cair, Khofifah Tegaskan Negara Tak Boleh Abai pada Pekerja

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:31 WIB

BLT Buruh Rokok Rp2,5 Miliar Cair di Surabaya, Khofifah Soroti Daya Beli Keluarga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:03 WIB

Jembatan Putus Muratara Lumpuhkan Akses, Wagub Sumsel Janji Bangun Permanen

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:57 WIB

Pelayanan Publik Asahan Disorot, DPR RI dan Ombudsman Turun Tangan

Berita Terbaru