Kejari Kab Pasuruan Terus dalami Dugaan Pemotongan BOP Dan Fee 8% Proyek TPAS

  • Whatsapp
10 perwakilan pengunjukrasa di terima ke ruwang seksi intelejen oleh kasi Intel Jemmy Sandra serta kasi BB Denata [Andik/RadarBangsa.co.id]

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Setelah menjadi bahan diskusi dan cemoohan dikalangan pegiat sosial,wartawan dan legislatif terkait dugaan korupsi BOP Kemenag RI dan fee proyek TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) di Desa Wonokerto,Kecamatan Sukorejo.

Hari ini beberapa LSM wilayah Pasuruan yang tergabung dalam Gerakan Anak Bangsa (GAN), menggelar aksi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kab.Pasuruan, Jumat pagi (9/4/2021). Kehadiran puluhan massa yang dipandegani oleh Ismail Maki (Ketua LSM Format), bertujuan memberi support pada Kejaksaan Negeri Kab.Pasuruan, untuk segera menuntaskan perkara dugaan korupsi pada BOP dan fee proyek TPAS Wonokerto. Tak hanya melakukan orasi, GAN juga memberikan ayam Jago pada Kepala Kejaksaan Negeri Kab.Pasuruan yang di wakili oleh Jemmy Sandra selaku Kasi Intel Kejaksaan setempat, sebagai simbol Kejantanan Kejari Kab.Pasuruan untuk mengungkap kasus korupsi di Kab.Pasuruan.
“perlu diketahui bersama bahwa saat ini Kab.Pasuruan tidak lagi “biasa”. Dimana banyak sekali dugaan korupsi yang telah menjadi konsumsi publik serta adanya ungkapan dari Ketua DPRD Kab.Pasuruan ” jika APH lokal lemah, silakan panggil KPK”.

Bacaan Lainnya

Ungkapan ini akan membuat preseden buruk pada APH (Aparat Penegak Hukum) khususnya Kejari Kab.Pasuruan yang intens memberangus tipikor. Untuk itu kami meminta Kejari Kab.Pasuruan segera melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan atas dua kasus yang telah viral dibumi Pasuruan ini,” ucap Ismail Maki dalam orasinya.

Setelah beberapa saat melakukan orasi dan menyerahkan Ayam Jago, 10 perwakilan pengunjuk rasa diterima masuk ke ruang seksi intelejen dan diterima oleh Kasi Intel Jemmy Sandra serta Kasi BB Denata.

“terima kasih rekan-rekan telah memberi support pada kami dalam menuntaskan dugaan korupsi BOP dan fee proyek TPAS Wonokerto,” kata Jemmy Sandra Kasi Intel.

Masih menurutnya, perlu rekan-rekan ketahui bahwa untuk perkara dugaan korupsi BOP Kemenag RI. Kami tim penyidik telah melakukan pemanggilan 500 lembaga dari 3000 lebih penerima dari dana BOP, yang terdiri dari TPQ-Madin dan Ponpes se Kab.Pasuruan sejak satu bulan lalu. Hampir setiap hari (Senin hingga Jumat) seluruh personil penyidik di Kejari Kab.Pasuruan bekerja secara maraton, meminta keterangan para penerima dana BOP. Terkecuali hari ini (Jumat,9/4/2021) karena rekan-rekan datang kesini. Insyaallah, pada akhir bulan April (sesuai target yang ditentukan oleh Pak Kajari). Perkara BOP Kemenag akan naik pada Seksi Pidsus untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara untuk penanganan dugaan fee 8% pada proyek TPAS Wonokerto, kami juga telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan baik dilapangan maupun pada beberapa person yang diduga “bermain” dalam perkara ini. Artinya dua perkara dugaan korupsi ini telah menjadi perhatian kami,”ungkapnya.

(Andik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *