Kelompok 2 PDB A42 UNAIR Adakan Wawancara dan Edukasi Kebhinekaan Beragama

Kelompok 2 PDB A42 UNAIR

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kelompok 2 PDB A-42 telah melaksanakan wawancara dan edukasi terkait Kebhinekaan dalam beragama di Universitas Airlangga. Wawancara dengan narasumber Lima UKM Kerohanian di Universitas Airlangga.

Kegiatan ini dilakukan di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (6/10).

Bacaan Lainnya

Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa 1 dari 5 perwakilan UKM Kerohanian pernah mengalami intoleransi dalam beragama.

Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang agama. Kak Stefanus pengurus UKM Kristen berujar bahwa ia pernah mendapatkan sikap intoleransi saat ia masih Mahasiswa baru.

Meskipun demikian, sudah banyak yang menerapkan toleransi dalam beragama dan jarang sekali kita menemukan intoleransi dalam beragama di Universigas Airlangga.

“Toleransi di Universitas Airlangga sudah cukup baik, banyak teman-teman yang sudah menghargai waktu kita ibadah, seperti saat kerja kelompok mereka memaklumi saya untuk ibadah terlebih dahulu,” ujar Kak Betris pengurus UKM Katolik

Dari data tersebut kelompok 2 PDB-A42 membuat video edukasi yang bertemakan “Toleransi dalam Beragama” ini menargetkan mahasiswa Universitas Airlangga.

Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dalam toleransi beragama dalam bentuk video. Serta mengumpulkan survei mengenai terlaksananya toleransi dalam beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan tuhas project kebangsaan yang dijalankan oleh kelompok 2 PDB A-42 Universitas Airlangga.

Film pendek edukasi di unggah melalui youtube. Kuesioner di sebar melalui grup mahasiswa Universitas Airlangga. Berdasarkan kuesioner tersebut, 66/66 responden menjawab bahwa Universitas Airlangga sudah toleransi dengan baik.

Dengan adanya film pendek edukasi ini, kelompok 2 PDB-A42 berharap dapat memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya Mahasiswa Universitas Airlangga agar mampu mengimplementasikan sikap toleransi yang baik dan diharapkan berhati-hati dalam bertindak dan berbicara.

Dengan menerapkan hal tersebut semoga sikap Intoleransi dapat berkurang dan mencegah terjadinya perpecahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *