Kembangkan Soal Berbasis HOTS, Unesa Gelar Workshop pada Guru Berbagai Provinsi

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kurikulum Merdeka Belajar menuntut generasi yang mampu berpikif kritis dan kreatif, mampu menyelesaian permasalahan dalam kehidupan secara nyata. Kurikulum merdeka belajar mempersiapkan generasi abad 21 perlu disiapkan melalui peningkatan kreativitas guru untuk pembelajaran abad 21 dengan penguatan evaluasi berbasis High Order Thinking Skill (HOTS).

Maka Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Dana PNBP Unesa yang diketuai Prof Jun Surjanti, beranggotakan Prof Yoyok Soesatyo, Norida Canda Sakti, Dhaih Fitrayanti, Eka Indah Nurlaili melaksanakan PKM “Pengembangan Soal Berbasis HOTS Dalam Rangka Peningkatan Kreativitas Guru”. Mitra yang terlibat yakni AGEI dan MGMP bidang studi di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Pengembangan kemampuan kreativitas guru dalam mengembangkan soal HOTS dapat dioptimalkan melalui sebuah kegiatan yang disinergikan dari Lembaga profesi guru dan perguruan tinggi.

Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (PE FEB UNESA bersama AGEI (Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia) menyelenggarakan Webinar dan Workshop pengembangan soal berbasis HOTS dalam rangka meningkatkan kreativitas guru pada Sabtu, (07/8/2021) via Zoom Meeting.

“Acara ini dihadiri oleh 204 peserta yang terdiri dari guru-guru ekonomi SMA/MA dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia antara lain dari Provinsi Sumatera Utara (SMAN 1 Ulu Idanotae, SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, dan sebagainya), Provinsi Bengkulu (MAN IC bengkulu tengah), Provinsi Sumatera Barat (SMAN 4 Padang), Provinsi Lampung (MAN 1 Metro Lampung).

“Provinsi DKI Jakarta (SMAN 45 Jakarta Utara dan SMAS Muh Jakarta), Provinsi Banten (SMAN Binuang Kota Serang, SMAI Al-Azhar BSD, SMAN 10 Tangerang Selatan, dan sebagainya), Provinsi Jawa Barat (SMAT Krida Nusantara Bandung), Provinsi Kalimantan Barat (SMK SMTI Pontianak), Provinsi Kalimantan Selatan (SMAN 1 dan 7 Banjarmasin), Provinsi Jawa Timur (hampir dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur).

“Selanjutnya, Provinsi Bali (SMAN 1 Manggis), Provinsi Sulawesi Utara (SMAS Dian Harapan Manado), Provinsi Sulawesi Selatan (SMAN 5 Makassar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa), Provinsi Gorontalo (SMAN 7 Prasetya Gorontalo), dan Provinsi Papua (SMAN 2 dan 3 Merauke),” ujar Jun Surjanti pada keterangan tertulisnya. Sabtu, (18/9/2021).

Acara ini diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Norida Canda Sakti. Kaprodi Pendidikan Ekonomi, Riza Yonisa Kurniawan mengawali acara dengan sambutan yang membahas tentang pentingnya aktualisasi peran pendidik dalam mengembangkan kemampuan peserta didik.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua AGEI, Budi Hartono. Ia menyampaikan bahwa, pendidik harus dapat menyesuaikan diri pada perubahan sesuai filosofi yang dibawa oleh Ki Hajar Dewantara dengan cara terus mengembangkan kompetensi diri sebagai guru melalui kegiatan Webinar sekaligus Workshop seperti ini.

“Saya berharap agar kegiatan kerjasama seperti ini dapat terus terjalin demi terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui peran guru sebagai pendidik generasi penerus bangsa,” urainya.

Selanjutnya acara dibuka oleh Ketua Jurusan PE FEB Unesa, Luqman Hakim, sebagai perwakilan Lembaga untuk membuka secara resmi pada kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat prodi pendidikan ekonomi yang dilaksanakan pada level nasional.

Setelah acara dibuka, dilanjutkan pada kegiatan inti yaitu penyampaian materi pengembangan soal berbasis HOTS oleh Prof Jun Surjanti. Materi ini diawali dengan membangun motivasi para peserta dan penyamaan persepsi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami oleh peserta.

Hal ini tampak dari ekspresi peserta pada saat menyimak materi dan keaktifan peserta merespons pertanyaan dari Prof Jun Surjanti.

Setelah materi pertama ditutup, kemudian disambung materi kedua soal berbasis HOTS dalam praktek yang disampaikan oleh Dhiah Fitrayanti. Pada materi kedua ini, diawali dengan kuis kecil untuk membangun mindset peserta agar tidak menganggap soal berbasis HOTS sebagai kategori soal yang sulit dikerjakan agar peserta dapat mengikuti praktik dalam pembuatan soal HOTS dengan mudah.

Serangkaian kegiatan webinar melalui Zoom Meeting ini dikawal oleh Prof. Yoyok Soesatyo, dan dikendalikan oleh Eka Indah Nurlaili selaku Host dalam kegiatan ini.

Setelah materi disampaikan, kegiatan ini dilanjutkan dengan penugasan peserta untuk mempresentasikan hasil penyusunan soal HOTS. Dalam sesi presentasi diberikan kesempatan kepada tiga peserta untuk menampilkan soal yang telah disusun, peserta tersebut antara lain Retno Murti Setyorini (SMAN 22 Surabaya) Ratri Seto Karyaning Utami (SMAK Santa Agnes Surabaya), Reny Widayanti (SMAN Batu).

Kegiatan Webinar ditutup dengan sesi diskusi, pada sesi ini terlihat antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan, sehingga pertanyaan yang belum terjawab pada saat webinar dilanjutkan dan dibahas pada sesi workshop pendampingan praktek penyusunan soal berbasis HOTS yang dilakukan melalui klinik via email.

Serangkaian kegiatan webinar dan workshop guru ini dikemas selama 36 jam dan diakhiri dengan evaluasi hasil kinerja penyusunan soal HOTS sekaligus pemberian hadiah kepada tiga peserta guru yang telah menyusun soal berbasis HOTS terbaik. Kegiatan seminar ini dapat dipantau melalui channel YouTube https://www.youtube.com/watch?v=6U_ybZ2zWws.

(ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *