Kepala Desa Jayapura Solihin GP Mengajak Warganya Majukan RA, MTs/MA Nurul Fajri Dilingkungannya

Kepala desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, SOLIHIN. GP serahkan penghargaan dan kenang-kenangan kepada siswa/siswi MTs/MA Nurul Fajri Kampung Tegallega desa Jayapura yang berprestasi. (Dok. Photo AE Nasution/RadarBangsa.co.id)

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Mengingat dan melihat pasilitas atau sarana penunjang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) warga masyarakat desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, “sudah lengkap”. Sebagai bentuk suport dan apresiasi atas fasilitas itu ada, Kepala desa Jayapura SOLIHIN GP mengajak warga masyarakatnya untuk memajukan sekolah-sekolah tersebut dengan cara mendaftar dan memasukkan anak-anak mereka untuk bersekolah disana.

Kepala desa Jayapura Solihin GP sesaat memberikan kata sambutan dalam acara perpisahan dan kenaikan kelas RA Kafabillah, MTs/MA Nurul Fajri menyampaikan; “Saya atas nama kepala desa Jayapura, “di desa kita sudah ada RA Kafabillah, MTs/MA Nurul Fajri, oleh karena itu saya menghimbau kepada warga masyarakat; “ayo, kita majukan pasilitas ini!. Fasilitas ini merupakan sarana pendidikan yang ada di lingkungan kita, dekat dan terjangkau. Mudah-mudahan sekolah ini berjalan buat mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara.

Bacaan Lainnya

Tampak hadir dalam acara perpisahan dan kenaikan kelas RA Kafabillah, MTs/MA Nurul Fajri itu; Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Gerindra Diki Ismail bersama istri, Kepala desa Jayapura SOLIHIN GP, tokoh agama (kiyai) desa Jayapura Ustadz Yogi Iskandar, Kepala Sekolah RA Kafabillah, dan MTs/MA Nurul Fajri JAJANG HILDA beserta majelis guru, para wali murid, serta para siswa/siswi sekolah RA Kafabillah, MTs/MA Nurul Fajri, dan Jurnalis RadarBangsa.co.id. di pelataran kampus MTs/MA Nurul Fajri Kampung Tegal Lega, desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (18/06/2022).

Selanjutnya Kades Solihin GP mengatakan, “mengingat fasilitas ini sudah ada di desa kita. Sementara anak kita tidak sekolah, mereka tidak tamat SD maupun SMP, yang merupakan pendidikan wajib sembilan tahun. Kita merasa sangat prihatin, kasihan dan sedih sama mereka jika tidak sekolah. Apalagi sekarang hebatnya kemajuan jaman dan pesatnya persaingan hidup di segala bidang.

Kades Solihin GP mencontohkan pada dirinya, seraya berkata, “umpama anak kita tertinggal pendidikannya baik formal maupun non formal. “Terasa sama saya, seumpama ada peran di pemerintahan dan punya potensi, tapi tidak punya ijazah, kemauan ada tapi tidak punya sekolah akhirnya kesempatan itu beralih kepada orang lain”.

Sekarang ada sarana pendidikan di desa kita, ayo kita dukung semua dengan cara menyekolahkan anak-anak kita disekolah yang ada di desa kita. Jika ada pasilitas sekolah di desa kita, megapa harus ke desa orang lain untuk bersekolah. Akhirnya sekolah yang kita dirikan ini tidak akan berkembang jika kita tidak mendukung secara bersama-sama.

“Ayo kita gontongroyong mendukung untuk kemajuan sekolah kita ini. Bila kita mempunyai tekat yang sama antara pengurus sekolah dan warga masyarakat semuanya dengan cara mendaftar dan menyekolahkan anak-anak kita semuanya sebagai swadaya. Untuk kelengkapan fasilitasnya melalui musyawarah, ayo kita persamakan, dalam satu tahun kita beriur Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dan jika kita bagi, tidak akan sampai Rp 20.000,- perbulannya. Insyaa Allah, melalui gotongroyong ini kita bisa membangun sarana pendidikan buat anak cucu kita semua.

Kami sangat berkeyakinan bahwa, sarana yang ada ini bisa berkembang suatu saat nanti, jika kita secara bersama menyekolahkan anak-anak kita disini.

“Atas nama pemerintahan desa Jayapura kami mendoakan semua murid yang telah lulus dari madrasah ini agar menjadi putra-putri yang saleh/saleha.

“Kepada wali murid kami menghimbau agar melanjutkan sekolah anak-anak kita ini pada jenjang yang lebih tinggi. Jika mereka tidak kita sekolahkan, kami merasa sangat sedih sekali. Perlu kita pahami, jika anak-anak kita punya pendidikan sangat berbeda sekali karakternya dengan mereka yang tidak punya pendidikan. Jika mereka jadi guru ngaji saja, yang berpendidikan berbeda dengan guru ngaji yang tidak punya pendidikan. Demikianpula jika jadi petani, berbeda cara bertaninya orang berpendidikan dengan orang yang tidak berpendidikan.

Di akhir sambutannya, kades SOLIHIN GP kembali mengajak semua warga masyarakatnya, “ayo kita dorong anak kita semua untuk sekolah di pendidikan formal maupun non formal yang sudah ada di desa Jayapura ini. Dan ditahun anggaran 2022 ini desa Jayapura akan membantu sekolah dalam bidang pembangunan. Sebelum menutup sambutannya Kades SOLIHIN GP kembali mengajak para wali murid untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia desa Jayapura melalui pendidikan dan menyekolahkan putra/putri mereka di RA Kafabillah, serta MTs/MA Nurul Fajri Kampung Tegallega.

Sebelumnya mewakili pimpinan yayasan dan kepala sekolah JAJANG HILDA telah duluan menyampaikan sambutan sekaligus menyampaikan profil sekolah.

Rangkaian acara perpisahan dan kenaikan kelas terpadu (RA Kafabillah, MTs/MA Nurul Fajri) ini telah di susun rapi oleh panitia sebelumnya, sehingga hasilnya sangat mengesankan sekali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.