Kepala Pelabuhan Dinas Perikanan kelautan Provinsi Jatim di Probolinggo Diduga Mbalelo Atas Himbauan Gubenur Jatim, Serta Alergi Kemeriahan HUT RI Ke 74

oleh -352 views
Bener SCB dan kemeriahan seperti tidak diperbolehkan lagi

RADARBANGSA.CO.ID || PROBOLINGGO – Baru saja dirayakan dan diperingati Hari Lingkungan hidup sedunia oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di area Dinas perikanan kelautan propensi Jatim Probolinggo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengendalikan polusi udara.

Ajakan ini sejalan dengan tema internasional yang diangkat dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu “Beat Air Pollution Ajakan tesebut seharusnya ditanggapi dengan positif oleh seluruh lapisan masyarakat yangmemiliki tanggung jawab moral terhadap Lingkungan hidup,sayang hal tesebut bukan saja diindahkan untuk dilaksanakan malah ada sekelompok organisasi masarakat yang berkehendak untuk memenuhi himbauan Gubenur Khofifah Indar Parawansa untuk ikut serta menjaga lingkungan hidup dengan cara menghijaukan alam dengan menanam pohon ditepi pantai mayangan bukan mendapat dukungan, malah dilarang oleh Kepala Dinas Pelabuhan kelautan provinsi Jatim.
UPT Probolinggo ibu Yanni.

SCB Adalah komunitas terapi njegur dilaut Suya Citra Bahari (SCB) yang telah memiliki komitmen ikut serta melestarikan lingkungan disekitar tempat aktivitas mereka njegur dilaut dengan menghijaukan sekitar pantai dengan menanam berbagai tanaman seperti pohon Kelapa, pohon Sawo dan berbagai jenis pohon sekaligus sebagai pohon peneduh namun kegiatan tesebut kini berhenti dan dilarang keras melukan kegiatan tersebut oleh kepala pelabuhan (Kalabu) dengan alasan yang tidak jelas pokoknya “dilarang”.

SCB hanya boleh Kum kum dilaut selebihnya segala aktifitas diluar kum kum dilarang “Ucapnya. SCB adalah organisasi masyarakat yang memiliki Legalitas yang sah karena SCB berbadan hukum bukan organisasi masyarakat yang Liar apalagi arogan tidak Ucap ketua SCB Jando SH, dan aktifitas SCB untuk berendam berkumpul serta bersosialisasi dengan masyarakat buka baru kemarin sore, kami sudah hampir 3 Tahun melakukan terapi kum kum dilaut tidak ada permasalahan bahkan kami mendapat respon dan dukungan positif dari masyarakat Ujar Jando

Karena masih menurut Jando dengan meningkatnya animoo masyarakat yang berendam dikawasan itu tentu menambah pendapatan dari restibusi yg dikelolah pihak UPTSCB berkomitmen membangun kebersamaan persaudaraan sesama komunitas tanpa memandang status sosial bagi SCB tidak ada perbedaan semuanya sama untuk itu SCB membangun fasilitas secara gratis.

Tekad SCB dalam melayani anggota maupun non anggota yang terapi kum kum dilaut memberiukan kenyamanan,keamanan dengan cara melengkapi sarana pasarana mulai membuatkan Tangga, Ruang Ganti untuk mbilas dll bahkan Lauching SCB dilauching dan diresmikan oleh anggota DPR RI komisi VIII Drs H Hassanaminudin Tokoh Nasional yang asli Probolinggo.

Entah hati dan pikiran apa yang ada di Kalabu terhadap keberadaan SCB sampai Agenda merayakan HUT proklamasi kemerdekaan RI yang ke 74 pun dilarang dilakukan, perayaan yang sudah menjadi tradisi Komunitas di tiap tahunnya yang dikemas dalam gemerlap perayaan HUT RI dilarang dilakukan bahkan segala macam atribut baik bener dan segala macam atribut SCB harus dimusnakan.

Sepertinya SCB adalah kelompok yang sangat membahayakan kelangsungan Kalabu ujar salah satu anggota SCB yang tidak mau disebutnamanya.

Sementara itu salah satu pengurus Harian SCB Suryadi kepada koran ini menyampaikan kekecewaannya dan kurang simpati atas tindakan kepala pelabuhan perikanan kelautan provinsi Jatim di Mayangan ini.

Kami menyadari wewenang pengelolaan pelabuhan memang mereka tetapi kenapa tidak ada komunikasi dengan kami minimal Diaolog lah atau minimal memberi kesempatan waktu kami merayakan HUT proklamasi RI ke 74 yang sudah matang kami kemas kami rencanakan Ujar Suryadi.

Lebih lanjut Suryadi menganalisa ada apadibalik kebijakan kepala Pelabuhan terhadap SCB tidak sepeti biasanya yg komunikatip adaapa Tanyanya ??? sampai sampai segala atribut SCB harus di hanguskan tanyanya begitu berbahayanya kah SCB ???????

Menyikapi hal tersebut Humas SCB menyampaikan kini pihaknya akan mengevaluasi diribuntuk melaakukan perenungan sekaligus mempersiapkan membuat surat untuk berkunsultasi dengan dinas Perikanan kelautan Provinsi di Surabaya seta menanyakan lokasi yang kami gunakan untuk aktifitas kum kum itu milik siapa karena pihak Pelindo pun mengklaim wilayah itu bukan milik dinas perikanan kelautan tetapi milik Pelindo.

Sementara itu kepala pelabuhan perikanan kelautan dimayangan ketika hendak dikomformasi beliaunya sudah kembali kesurabaya (Nn) bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *