Kerjasama dengan Perhutani, PSHT Rayon Wateswinangun Lamongan Tanam Bibit Pohon Kayu Putih

Forkopimca Samabeng dan Perhutani serta anggota PSHT saat menanam 10 pohon Kayu Putih

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Meski CoVid-19 belum pergi, tak menghalangi kegiatan dalam melaksanakan program kerjasama yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan, Saudin selaku koordinator berserta anggotanya PSHT dibantu oleh anggota Koramil 0812 Sambeng dan perangkat Desa, kegiatan penanaman bibit kayu putih di petak 5c-3 RPH Grenjengan BKPH Kambangan Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Sabtu (27/11/20210 pagi sekira pukul 08.00 WIB

Hadir Camat Sambeng M Eko tri Prastiyo), Sekcam Hani rahono, Asper Nanang Sunarko, dan Kanit Reskrim Polsek Sambeng Aipda Rozi, beserta jajaran anggota Koramil 0812 Sambeng.

Bacaan Lainnya

Anggota PSHT bekerjasama dengan Perhutani dalam hal pengadaan 10 ribu bibit pohon kayu putih untuk ditanam di Desa Wateswinangun. 10 ribu bibit kayu putih tersebut merupakan klon unggul perhutani (Klon 71) dimana umur 2 tahun sudah siap pangkas dengan produktivitas 3,2 kg/pohon setiap tahun atau 6,14 ton/ha dengan rendemen 1-1,4%.

Program kerja ini dibuat dengan tujuan untuk membantu merealisasikan rencana jangka panjang pemerintah desa dan membangkitkan ekonomi. bahwa 2-3 tahun kedepan masyarakat desa menggadakan penyulingan minyak kayu putih.terang Saudin

Oleh karena itu, program Kerjasama tersebut tidak hanya sekedar penanaman bibit kayu putih saja. Namun disertai dengan penyerahan buku panduan mengenai tata cara pemeliharaan pohon kayu putih, langkah-langkah dan standar penyulingan minyak kayu putih, sampai dengan alternatif pengolahan limbah produksi minyak kayu putih, sebagai tindak lanjut dari kegiatan penanaman tersebut.tambahnya

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk penghijauan alam, pemanfaatan lahan kosong, serta diharapkan dapat mengurangi polusi udara, meskipun hasil dari program kerja ini tidak bisa secara langsung dirasakan.

Masyarakat Wateswinangun berharap tanaman kayu putih dapat menjadi komoditas utama desa sehingga kayu putih juga dapat menjadi icon desa.

Anggota PSHT juga berharap kegiatan ini menjadi awal bagi kegiatan-kegiatan penanaman pohon selanjutnya. Karena menanam satu pohon seperti membangun satu istana bagi banyak kehidupan. jelasnya singkat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *