Ketua Cabang Muslimat Hadiri Tasyakuran Pilkades Damai di Kampung Inggris

by -

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Pasca pelaksanaan Pilkades di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Kades terpilih Ir. Mat Nur Khasan menggelar Tasyakuran Pilkades Damai dan Pengajian Umum, Sabtu (09/11) malam.

Seperti diketahui, pada Pilkades Serentak 254 desa di Kabupaten Kediri yang dilaksanakan pada Rabu, 30 Oktober 2019 kemarin, ada lima orang calon yang ikut bersaing berebut hati rakyat di Desa Tulungrejo.

Kelima cakades itu adalah, Akhmad Wahyudiono (incumbent) dengan perolehan suara 2.002, Mochamad Wali Fatma (402), Mat Nur Kasan (2.115), Sukamto (2.034), dan Dian Regina Puspitasari (318) suara.

Hadir dalam tasyakuran tersebut di antaranya, Ketua Cabang Muslimat NU Kabupaten Kediri, Dra. Mudawamah, M.Pd.I, bersama Pengurus Ranting NU Desa Tulungrejo, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Camat Pare, jajaran Polsek Pare, Danramil Pare, Plh Kades Tulungrejo, beserta segenap perangkat desa dan lembaga desa, seluruh calon kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kepala Desa Tulungrejo Terpilih, Ir. Mat Nur Khasan dikonfirmasi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas terlaksananya pilkades di desanya yang berjalan dengan lancar, aman dan kondusif.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah mensukseskan Pilkades, serta masyarakat yang telah memberikan amanah ke saya untuk memimpin Kampung Inggris ini,” katanya.

Menurut Nur Khasan, panggilan akrab Ir. Mat Nur Khasan, dirinya akan melaksanakan program-program sebagaimana keinginan masyarakat Tulungrejo, termasuk terkait pembangunan infrastruktur, transparansi anggaran, dan lain sebagainya.

“Saya ingin mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, secara administrasi, tempat, maupun personil untuk melayani masyarakat dengan baik. Saya berharap dukungan seluruh elemen masyarakat untuk langkah ke depan dalam mewujudkan Tulungrejo lebih maju dan lebih baik,” ungkapnya.

Masih menurut Nur Khasan, dirinya juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk para calon kades yang kemarin menjadi pesaingnya untuk bersama-sama membantu dalam hal melaksanakan pembangunan infrastruktur, perekonomian, maupun kegiatan-kegiatan sosial.

Sementara itu, Ketua Cabang Muslimat NU Kabupaten Kediri, Dra. Mudawamah, M.Pd.I, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tasyakuran malam ini bertepatan dengan tanggal 12 Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah.

“Semoga melalui kegiatan tasyakuran begini, semua pihak yang ikut berkontestasi dalam Pilkades kemarin bisa menerima proses yang ditakdirkan Allah SWT, siapapun yang memimpin di kemudian hari. Maka dari itu, bagi yang menang hendaknya jangan terlalu berbangga, dan yang kalah tidak kecewa,” kata Mudawamah.

Beliau juga menambahkan, di balik proses yang dilalui dalam kontestasi seperti ini, bagi pemenang mempunyai tanggungjawab lebih, dan bagi yang kalah merupakan kesuksesan tertunda.

“Pada dasarnya manusia menerima paket dari Allah SWT itu dalam bentuk paket jadi, sehingga terkadang tidak dapat memilih sesukanya sendiri. Dan kita harus menerimanya. Kemudian kita diberi ruang untuk berusaha, berdo’a dan bertawakal, sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT,” katanya seraya mencontohkan setiap manusia tidak dapat memilih untuk dilahirkan dari rahim orang yang diinginkan, tetapi sudah ditakdirkan lahir dari rahim ibu masing-masing tanpa bisa dipilih.

Ketua Cabang Muslimat NU Kabupaten Kediri ini juga mengucapkan selamat atas terlaksananya Pilkades Serentak 2019 yang berjalan dengan lancar dan aman, meskipun kemarin juga ada berbagai cerita lain.

“Alhamdulillah Pilkades di Desa Tulungrejo berjalan lancar, damai, aman, tenteram, dan insya Allah menghantarkan rakyatnya sejahtera dunia akhirat,” do’a Mudawamah mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Camat Pare, Dra. Anik Wuryani mengatakan, masyarakat di Tulungrejo sudah dewasa dalam berpolitik, sehingga pelaksanaan pilkades di desa setempat dapat berjalan lancar dan kondusif.

“Semoga di bawah kepemimpinan Bapak Nur Khasan nanti dapat menjadikan desa yang terkenal dengan Kampung Inggris tersebut menjadi lebih baik, dan lebih maju dari sebelumnya,” kata Anik Wuryani.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Drs. Mujahid, MM, dirinya mengaku bangga dengan panitia yang telah melaksanakan pilkades dengan lancar dan demokratis.

“Kalau boleh saya katakan, satu-satunya desa yang mengumpulkan seluruh elemen masyarakat adalah Desa Tulungrejo. Kebersamaan ini sangat hebat, karena dari perbedaan sekarang dapat berkumpul menjadi satu,” katanya.

Mujahid juga mengatakan, kerukunan tersebut merupakan sebuah pondasi bagaimana bisa menciptakan dan mewujudkan kenyamanan bagi masyarakat. Budaya dan kearifan lokal semacam ini, harus terus dipertahankan.

“Setiap saya ke luar daerah, pasti ditanya tentang Kampung Inggris dan Simpang Lima Gumul. Maka dari itu, semua masyarakat harus mengetahui daerahnya sendiri. Apalagi warga Tulungrejo yang mempunyai Kampung Inggris ini,” tuturnya.

Di puncak acara dilaksanakan pengajian umum dengan menghadirkan KH. Muhammad Khoiri, yang di awal ceramahnya mengatakan tidak masalah meskipun dalam backdrop terpampang namanya salah, yaitu ditulis KH. Muhadjir. Begitu pula yang disampaikan oleh protokol saat memanggil dirinya untuk mengisi tausiyah. (Jay/Fahmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *