Khofifah Gaspol PSEL Jatim, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama : Sampah Kini Jadi Sumber Energi Strategis

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan PKS PSEL Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penandatanganan PKS PSEL Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menginisiasi kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.

Kegiatan yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam itu menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong ketahanan energi berbasis lingkungan.

Penandatanganan PKS PSEL turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq. Program ini mengintegrasikan pengelolaan sampah lintas daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembangkit listrik berbasis sampah.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai kebijakan yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut sebagai terobosan penting di tengah kompleksitas persoalan lingkungan perkotaan.

Ia menjelaskan, kolaborasi antar daerah menjadi kunci utama keberhasilan implementasi PSEL, terutama dengan adanya ketentuan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025.

Di kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari, berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Proyek PSEL direncanakan dibangun di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Sementara itu, kawasan Malang Raya mencatatkan pasokan sekitar 1.138,9 ton per hari, meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, dengan lokasi pembangunan di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Lia Istifhama menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan energi terbarukan.

“Ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi lompatan menuju masa depan energi berkelanjutan. Sampah kini harus dipandang sebagai potensi, bukan beban,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar daerah dalam memperkuat efektivitas program tersebut.

“Dengan kolaborasi, keterbatasan masing-masing daerah bisa berubah menjadi kekuatan bersama,” tambahnya.

Data menunjukkan capaian pengelolaan sampah Jawa Timur telah mencapai 52,7 persen, tertinggi secara nasional dan melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen. Hal ini menjadi modal kuat bagi implementasi PSEL.

Program ini diproyeksikan tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selain itu, langkah ini dinilai memperkuat posisi Jawa Timur sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Lia optimistis program PSEL akan berjalan efektif dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.

“Langkah ini bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

LKPD 2025 Diserahkan ke BPK Sumut, Bupati Asahan Targetkan Kualitas Keuangan Meningkat
Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Digelar, Warga Muratara Berpeluang Dapat Mobil
Kabar Besar dari Pasuruan, Pemkab Siapkan Subsidi Sanitasi dan Jalan Khusus Sidogiri
LKPJ 2025 Kabupaten Pasuruan : Rusdi Sutejo Beberkan Capaian Ekonomi, IPM Naik dan Kemiskinan Menurun
Danrem 083 dan Wabup Pasuruan Resmikan Jembatan Garuda, Konektivitas Warga Lumbang Meningkat
Pasca Banjir 11 Kecamatan, Bupati Pasuruan Genjot Layanan Puskesmas 24 Jam
PKL DAS Tunjung Bangkalan Ditata, 22 Tenda Dibagikan Bupati Lukman Hakim
Diterjang Hujan Angin, Gus Fawait Bakar Semangat 5.000 Mahasiswa Jember di Program Beasiswa

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 22:56 WIB

LKPD 2025 Diserahkan ke BPK Sumut, Bupati Asahan Targetkan Kualitas Keuangan Meningkat

Senin, 30 Maret 2026 - 22:37 WIB

Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Digelar, Warga Muratara Berpeluang Dapat Mobil

Senin, 30 Maret 2026 - 19:49 WIB

Kabar Besar dari Pasuruan, Pemkab Siapkan Subsidi Sanitasi dan Jalan Khusus Sidogiri

Senin, 30 Maret 2026 - 19:40 WIB

LKPJ 2025 Kabupaten Pasuruan : Rusdi Sutejo Beberkan Capaian Ekonomi, IPM Naik dan Kemiskinan Menurun

Senin, 30 Maret 2026 - 19:31 WIB

Danrem 083 dan Wabup Pasuruan Resmikan Jembatan Garuda, Konektivitas Warga Lumbang Meningkat

Berita Terbaru