Kisah Pilu Nelayan Kayuaru Sumenep yang Hilang, Hingga Ditolong Nelayan Sulawesi

  • Whatsapp
(Baju Kuning) : Jamal alias Sitok Nelayan Yang Selamat Ketika Sudah Berada Dirumahnya

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Selama tiga hari pencarian dilakukan oleh keruarga dan warga Desa Kangayan Sumenep terhadap Jamal alis Sitok (Nelayan) yang dinyatakan hilang saat sedang memancing ikan di perairan utara pulau Kangean, sejak berangkat hari Jum’at pukul 03.00 WIB (dini hari), dan akhirnya pada hari ini sekira pukul 16.00 WIB, telah ditemukan dan diantarkan pulang ke tempat tinggalnya oleh Nelayan asal Desa Balo baloang Kecamatan Liukan tangayan Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Kisah pilu Jamal alis Sitok (korban selamat) selama tiga hari tiga malam ditengah lautan, dituturkan kepada media ini oleh keluarga dekat korban, bahwa perahu kecil yang digunakan Jamal terbawa arus hingga sampai di perairan takat Sikankan sebelah utara Pulau Kangean Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Minggu (26/07/2020).

Read More

Sahraini, Keluarga dekat korban selamat (Jamal) kepada media ini menuturkan bahwa Kronologi Jamal alias Sitok yang hilang di tengah lautan sampai tiga hari lamannya.

“Pak Jamal kira-kira tiba ditempat nyambalang (red, lokasi mencari ikan) mulai dari jam 05.00 WIB, sekira pukul 07.30 WIB, mesin sampan Sitok bermasalah dibagian As baling – baling, Sitok mengira kerusakan biasa, dan bisa diperbaiki. Saat itu sitok menurunkan jangkar berlabuh, dan pada waktu itu teman nelayan lainnya mulai pulang, namu Sitok tidak mintak tolong karena mengira kerusakan tersebut bisa diatasi,” tukas Sahraini yang merupakan keponakan Jamal.

Lebih lanjut Sahraini menuturkan, saat teman – teman Jamal sudah jauh sitok baru tau kalau balok as baling-baling perahunya ternyata patah. Sitok mintak tolong sudah tidak terdengar oleh temannya.

“Saat waktu maghrib tiba, Sitok masih bertahan berlabuh dan berharap ada orang yang menemukan dirinya. Namun waktu malam tiba-tiba angin mulai kecang jangkar sampan sudah tidak berfungsi sehingga sampan ikut arus ke ketengah laut menuju ke arah utara. Sitokpun tidak tau harus berbuat apa, dirinya pasrah hanya menunggu keajaiban sambil menunggu besok siang,” tuturnya.

Lebih lanjut dituturkan, Berkali – kali Sitok narik dan nurunkan jangkar jangkar yang sudah tidak berfungsi lagi, sampai masuk area laut lepas kedalaman laut makin dalam jangkarpun semakin tidak berfungsi.

“Saat itu Sitok tidak makan dan tidak minum, terpaksa untuk bertahan dari lapar, air lautpun diminumnya. Sampai malam ke dua, Sitok melihat ada lampu klip kapal di arah utara, Sitok berharap kapal itu nantinya bisa menemukan dirinya,” tuturnya.

Selanjutnya sampai hari ketiga, pada siang harinya Sitok melihat ada pulau, dan mencoba untuk datang ke pulau tersebut (pulau Ara’an). Dengan menggunakan layar Sarung, sekalipun layar sarung itupun tidak berfungsi, hanya karena perantara (red, sebab) sarung itulah kemudian ada Nelayan dari Sulawesi melihat Jamal dan mendekatinya dan menolongnya.

“Ketika itu kondisi Sitok sudah lemas tak bertenaga, kemudian dilakukanlah perawatan terhadap Sitok oleh Nelayan Sulawesi tersebut, dan Sitok dibawa ke kampung tempat tinggalnya, dan sampai di kampung sekira pukul 16.00 WIB,” pungkas cerita Sitok ditutur oleh Sahraini.

Ahnan JS, Aktivis LSM Keta Peduli, atas nama keluarga Jamal alias Sitok (korban selamat), melalui media ini menyampaikan kesan haru, terimakasih dan syukur alhamdulillah atas bantuan, kerjasama semua pihak sehingga Sitok diketemukan dan pulang dengan sehat selamat berkat pertolongan Nelayan dari Sulawesi.

“Selaku penggiat di LSM Keta Peduli, Saya atas nama masyarakat Kepulauan Kangean berharap untuk kedepannya pihak – pihak terkait, khususnya Forkopimka Kangayan agar lebih pro aktif, responsif, dan taktis dalam menyikapi kesulitan yang dialami warga Kecamatan Kangayan, seperti halnya yang dialami Jamal dan keluarganya saat ini. Dan kepada teman – teman media, Kapolsek dan anggotanya, serta kelompok Paguyupan SAR Sapeken, SAR Surabaya, warga Kayuaru, serta sanak kerabat, kami sampaikan terimakasih yang setinggi tingginya atas kepedulian dan perhatiannya terhadap kasus yang dialami Jamal dan keluarganya. Sinergitas yang baik dalam penanganan dan tanggap darurat atas terjadinya Laka Laut, yang setiap waktu bisa saja terjadi menimpa para nelayan kita di wilayah Kepulauan Kangean ini. Oleh karena itu agar di Kepulauan Kangean ini ada Tim SAR juga, sehingga dapat bertindak cepat apabila terhadi musibah ataupun bencana,” tegas Ahnan ketua LSM Keta Peduli.

IPDA. Agus Sugito, SH., MH., Kapolsek Kangayan, dalam rilis laporannya dikutip oleh media ini, diterangkan bahwa Jamal biasanya setiap hari berangkat jam 03.00 WIB (dini hari), dan kembali datang ke pelabuhan Desa Kangayan sekira pukul 10.00 WIB (pagi hari). Namun pada saat hari Jumat tanggal 24 Juli 2020 sampai sore hari Jamal tidak datang.

“Kemudian keluarga Jamal memberitahukan kepada warga sekitar untuk membantu mencarikan Jamal di laut sekitar Jamal bekerja untuk memancing ikan, tetapi sampai malam hari dilakukan pencarian oleh warga belum diketemukan,” tukasnya.

Selanjutnya, pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020, sekira pukul 08.00 WIB, warga kembali pergi ke laut dengan menggunakan 4 perahu untuk mencari keberadaan Jamal, tetapi sampai sore hari Jamal masih belum diketemukan. Dan pada hari ini Minggu tanggal 26 Juli 2020 sekira pukul 12.00 WIB, Jamal diketemukan diatas perahunya oleh Nelayan Sulawesi di daerah perairan utara pulau Kangean tepatnya di Takat Sikankan bagian utara Pulau Kangean.

Kemudian Jamal menaiki perahu Nelayan Sulawesi dan perahu Jamal diikat di perahu Nelayan Sulawesi tersebut untuk pergi ke Pelabuhan Desa Kangayan, kemudian pada pukul 15.30 WIB, Jamal bersama tiga orang Nelayan asal Sulawesi sampai ke Pelabuhan Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep dalam keadaan Sehat.

“Adapun tiga orang Nelayan Sulawesi yang menemukan Jamal tersebut adalah; Daeng lulung (29), dan Daeng Inrapi (32), dan Daeng Rangkak (27 tahun). Ketiganya dengan alamat Desa Balo baloang Kecamatan Liukan tangayan Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

(ONG)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *