KKN Abmas ITS Dorong Sertifikasi Halal UMKM Pascapandemi

Mahasiswa Tim KKN ITS melakukan verifikasi dan validasi halal UMKM Sambeliki

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Lesunya penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pascapandemi Covid-19, dosen dan tim mahasiswa ITS berinisiasi membantu UMKM bangkit kembali untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Tim mengobservasi, bahwa meskipun banyak UMKM memiliki produk halal, masih banyak penggiat yang belum mengantongi jaminan kehalalan produk sehingga mereka tidak bisa memasarkan produknya lebih luas.

Peduli akan hal ini, tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diketuai oleh Adhatus Solichah A (Dosen Teknik Informatika ITS) melakukan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal jenis self-declare untuk UMKM di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Bersama 12 orang mahasiswa KKN Abmas ITS, tim mengadakan kegiatan “Pendampingan Usaha Mikro dan Kecil Katering Menuju Sertifikasi Halal”. Melalui kegiatan ini, tim KKN Abmas ITS melakukan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal jenis self-declare untuk UMKM di Jawa Timur.

Kegiatan KKN Abmas Halal ini dimulai dengan pelatihan kelas pengetahuan bahan pangan dan manajemen halal yang diselenggarakan pada tanggal 21 dan 22 Juni 2022 secara online.

Tujuan dari pelatihan ini yakni memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para peserta pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) mahasiswa ITS. Nantinya mereka akan mendampingi sertifikasi halal UMKM untuk mengajukan sertifikasi halalnya. Rangkaian ujian juga dilakukan guna mengetahui kompetensi peserta pelatihan.

Selanjutnya, para mahasiswa PPH mendampingi sertifikasi UMKM selama kurang lebih tiga bulan. Tim memberikan pendampingan kepada UMKM untuk memperoleh Nomor Induk Usaha (NIB).

Anggota tim KKN Abmas juga membantu UMKM dalam penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) hingga kunjungan ke UMKM pada bulan Agustus untuk proses verifikasi dan validasi. Sebagai tindak lanjut proses pendampingan, tim juga memberikan apresiasi kepada mitra UMKM dengan menjadikannya sebagai binaan Pusat Kajian Halal ITS yang ditandai dengan pemberian QR Code keanggotaan dan merchandise poster berpigura mengenai informasi pengetahuan halal dan haram.

Noor Fitria Azzahra (kedua dari kanan), penggiat UMKM Mosalad Buah

Noor Fitria Azzahra, salah satu penggiat UMKM mitra mengatakan, sangat antusias dengan adanya pelatihan yang diberikan.

“Sangat luar biasa kita jadi bisa mengetahui mengenai titik kritis apa saja yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Sementara Hanif Sunsamla juga pemilik UMKM di bidang bakery, juga merasa berterima kasih atas bantuan tim KKN Abmas ITS. Ia berharap kegiatan yang diselenggarakan dapat bermanfaat.

“Banyak terima kasih, semoga memberikan kebermanfaatan untuk warga,” ujarnya.

Mahasiswa tim KKN Abmas Surya Abdillah mengungkapkan, menyadari bahwa kehalalan suatu produk tidak hanya ditentukan dari bahannya saja, tetapi juga dari proses-prosesnya, mulai dari pembuatan hingga pendistribusiannya. Ia merasa senang dapat bertemu, melihat, dan memberikan dampak secara langsung bagi UMKM sekitar.

“Selain bisa membantu, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang produk halal dan haram,” ungkap Surya Abdillah

Dengan adanya kegiatan sertifikasi halal ini, dosen dan tim KKN Abmas Halal berharap UMKM mitra bisa terbantu untuk memasarkan produknya lebih luas.

“Tidak hanya itu, sosialisasi pengetahuan akan kehalalan produk juga diharapkan dapat meningkatkan prospek usaha bagi penggiat UMKM,” tukas Surya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *