Klarifikasi Isu Rolls-Royce Motor Cars Tentang Pengumuman Terkini dari Rolls-Royce plc

Mobil Rolls-Royce

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Rolls-Royce Motor Cars telah mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas kebingungan media yang terus-menerus dan kesalahan pelaporan mengenai hubungan yang diasumsikan dengan Rolls-Royce plc.

Media diminta untuk memperhatikan bahwa, gambar mobil-mobil Rolls-Royce, logo “Double R” hitam dan perak, maskot “Spirit of Ecstasy” (“Flying Lady”) Grille Rolls-Royce Pantheon Grille dan konten terkait lainnya adalah semua penanda Rolls-Royce Motor Cars dan Mereknya.

Bacaan Lainnya

Penggunaan gambar-gambar ini untuk mengilustrasikan kisah-kisah yang berkaitan dengan Rolls-Royce plc yang memberi gambaran agar tidak membingungkan atau mengacaukan kedua perusahaan yang mana dapat menyebabkan kebingungan publik.

Rolls-Royce Motor Cars

Rolls-Royce Motor Cars adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh BMW Group. Perusahaan ini adalah pabrikan mewah terkemuka dunia yang berbasis di The Home of Rolls-Royce di Goodwood, dekat Chichester, Sussex Barat, yang terdiri dari kantor Pusat Global dan and Global Centre of Luxury Manufacturing Excellence, satu-satunya tempat di dunia di mana mobil-mobil Rolls-Royce dibuat dengan tangan.

Produksi dimulai pada 1 Januari 2003 dengan produk mewah puncak dunia, Phantom. Kisaran nya diperluas untuk mencakup Ghost, Wraith, Dawn, Cullinan dan rekan-rekan Black Badge mereka.

Ghost yang semuanya baru akan diluncurkan akhir tahun ini. Perusahaan ini memiliki pelanggan di lebih dari 50 negara di seluruh dunia yang dihadiri oleh jaringan dealer Rolls-Royce. Total penjualan pada 2019 melebihi 5.000 mobil. Lebih dari 2.000 orang dipekerjakan di The Home of Rolls-Royce.

Rolls-Royce plc

Rolls-Royce plc adalah perusahaan teknologi industri terkemuka dengan fasilitas manufaktur di seluruh dunia yang mempekerjakan sekitar 52.000 orang.

Kantor pusatnya di London dengan operasi utama di Derby, Inggris; Bristol, UK; Indianapolis, AS; Dahlewitz, Jerman; Friedrichshafen, Jerman; dan Singapura. Awalnya didirikan pada tahun 1906, Rolls-Royce Ltd dinasionalisasi pada tahun 1971, menjadi Rolls-Royce 1971 Ltd., awalnya termasuk dalam Divisi Mobil.

Divisi Mobil menjadi perusahaan terpisah pada tahun 1973, dan menjadi Rolls-Royce Motors Holdings Ltd, yang diperdagangkan sebagai Rolls-Royce Motors. Rolls-Royce 1971 Ltd. diprivatisasi pada tahun 1987, menjadi Rolls-Royce plc.

Rolls-Royce plc mendesain dan memproduksi mesin untuk pesawat terbang sipil dan militer serta kapal laut. Unit bisnis Power Systems-nya, yang berbasis di Friedrichshafen, Jerman, mendesain dan memproduksi mesin untuk berbagai aplikasi darat dan laut termasuk pembangkit listrik.

Rolls-Royce plc memiliki pelanggan di lebih dari 150 negara, yang terdiri lebih dari 400 maskapai penerbangan dan pelanggan leasing, 160 angkatan bersenjata, 70 angkatan laut, dan lebih dari 5.000 pelanggan listrik dan nuklir.

Selama 60 tahun terakhir, ia juga merancang, memasok, dan mendukung pembangkit tenaga nuklir yang menyediakan tenaga untuk semua kapal selam nuklir Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Pada Januari 2017, Rolls-Royce plc mencapai kesepakatan dengan otoritas investigasi di Inggris, AS dan Brasil terkait dengan aktivitasnya di sejumlah pasar luar negeri.

Pada 20 Mei 2020, Rolls-Royce plc mengumumkan 9.000 karyawan nya kehilangan pekerjaan di seluruh dunia, terutama dalam bisnis Civil Aerospace-nya, sebagai tanggapan terhadap pengurangan jangka menengah dalam permintaan untuk mesin dan layanan aerospace sipil yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *