Komisaris BSI dan Pemprov Jatim Serta HMP Eksyar UNEJ Ajak Milenial Dongkrak Potensi Keuangan Syariah

Kabiro Perekonomian Pemprov Jatim, Iwan dalam Sharia Talkshow Nasional HMP Eksyar Unej 2022

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Sharia Talkshow 2022 adalah acara Talkshow Nasional yang diselenggarakan oleh HMP Eksyar FEB UNEJ dengan tema “Get Smart With Your Personal Finance “Wujudkan Kesuksesan dengan Menjadikan Investasi Syariah sebagai Halal Lifestyle di Kalangan Generasi Z”.

Menurut Ketua Umum HMP Eksyar Unej, Muhammad Fazrul Falah, Talkshow ini memiliki topik pokok pembahasan mengenai keuangan syariah, investasi syariah dan bagaimana perkembangan dan pengembangannya di kalangan generasi Z.

Bacaan Lainnya

“Tujuannya tentu saja untuk menumbuhkan kesadaran untuk menggali potensi ekonomi syariah di kalangan generasi Z dan menumbuhkan semangadtoptimism Perekonomian Syariah Indonesia menjadi kiblat ekonomi syariah dunia,” jelas Fazrul saat dihubungi. Rabu, (21/9/2022).

Ketum HMP Eksyar berharap, program sinergis dan kolaboratif dari berbagai pihak yang telah dilakukan ini dapat secara optimal dan berdampak terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas literasi keuangan syariah pada generasi muda.

Narasumber Talkshow yang dihadirkan, Komisaris Independen Bank Syariah Indonesiah (BSI), M. Arief Rosyid Hasan menjelaskan, Bung Karno pernah berkata, “Berilah aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”.

Dan saat ini Indonesia memiliki jutaan pemuda yang seharusnya dunia terguncang-guncang. Ini menurut saya sebuat momentum, kita semua mempunyai potensi untuk membaca situasi dan kondisi peluang ekonomi syariah di masa kini,” tegas Arief.

“Yang perlu digaris bawahi, pentingnya keuangan syariah karena menjadi salah satu pioner maqashid syariah di seluruh lapisan masyarakat. Di tengah Presidensi G20 ini, bersyukur kita karena di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, menterinya Pak Erick Thohir, saya kira banyak pemimpin-pemimpin yang lain itu sangat konsen terhadap ekonomi dan keuangan syariah, karena dianggap ekonomi syariah bukan ekonomi masa lalu, karena bung karno sejak lama sudah mengkritik ekonomi kapitalisme,” lugasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jatim, Iwan menambahkan, Ekonomi Syariah menjadi alternatif solutif pemulihan ekonomi umat di tengah pandemi, saat ini Indonesia mempertahankan posisi ke 4 dunia di Global Islamic Economy Indicator (GIEI), hal ini menunjukkan sistem keuangan syariah di Indonesia semakin kuat dan sehat.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berkomitmen dan mengajak untuk menjadikan Jawa Timur sebagai ekonomi syariah regional terbesar di Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, tingkat inflasi di dunia yang mengkhawatirkan di Indonesia terkhusus di Jawa Timur yang masih di angka 5%, namun pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur triwulan 2 tahun 2022 2,39% (q-to-q), 5,49 % (c-to-c) dan 5,74 % (y-on-y) ini adalah pertumbuhan ekonomi diatas rata rata nasional, capaian ini merupakan pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa dan mengukuhkan Jawa Timur sebagai lokomotif perekonomian nasional yang menyumbang 14,30 % pembentukan PDB Indonesia, dan 25,30% PDRB di Pulau Jawa.

“Sekian dari beberapa hal yang telah disampaikan dibutuhkan peran serta berbagai pihak khususnya generasi muda, khususnya untuk meningkatkan inklusi, literasi ekonomi, dan keuangan syariah secara luas. Kami berharap Sharia Talkshow dapat menjadi jembatan antara dunia akademisi dengan praktisi ekonomi syariah dalam menggerakkan potensi besar generasi muda dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” beber Iwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *