Komisi IV DPRD Sumenep : Warga Pulau Tidak Butuh Fasilitas RTK, Butuh Faskes yang Memadai

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Asal Kepulauan Kangean Suharinomo (Dok Foto IST)

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Asal Kepulauan Kangean Suharinomo mengkritisi kebijakan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) terkait penyediaan fasilitas baru Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini berujar, penyediaan fasilitas RTK tersebut bukan langkah yang tepat untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi menuju persalinan bagi warga kepulauan.

Bacaan Lainnya

Perjalanan dari pulau bagi pasien yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di daratan membutuhkan waktu berjam – jam untuk sampai ke daratan, apalagi dari pulau kangean, Terang Suhari.

Tidak jarang kata Suhari, ibu hamil yang hendak melahirkan akan meninggal di atas kapal saat menempuh perjalanan jauh lewat jalur laut.

Seperti yang pernah terjadi terhadap pasien ibu hamil yang akan melahirkan dari pulau Sepudi meninggal diatasi perahu saat akan dirujuk ke RSUD di daratan belum lama ini.

“Jangan membuat spekulasi dengan pelayanan kesehatan, Fasilitas RTK itu bukan Solusi untuk warga pulau,” Ucap Suhari Selasa (19/7/2022).

Suhari mengatakan, masyarakat kepulauan tidak butuh penginapan meski RTK itu gratis.

Yang dibutuhkan oleh masyarakat pulau Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang memadai di Daerahnya, dan tidak harus dirujuk ke daratan.

“Kami warga pulau tidak butuh penginapan, yang kami inginkan bagaimana di pulau itu fasilitas kesehatan di sediakan, baik untuk ibu yang mau melahirkan maupun penyakit lainnya,” Ujar dia.

Sementara itu lanjut Suhari, meski fasilitas RTK tersebut siap dengan pelayanan 24 jam namun, sampai kini tidak terlihat adanya kegiatan.

Bahkan fasilitas RTK yang disediakan oleh Dinkes P2KB di Jl. Raya Kamboja Kecamatan Kota Sumenep tersebut tampak sepi dan pintu pagar terkunci dengan rapat.

“Kami sering lewat dan melihat kondisi fasilitas RTK itu sepi dan pintu pagar dalam keadaan terkunci,” Kata dia

Disisi lain Suhari berharap, dengan adanya direktur yang baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean, dapat membawa angin segar bagi masyarakat kepulauan.

Bagaimana pelayanan kesehatan di RSUD Abuya Kangean dapat dioptimalkan dengan sarana dan prasarana yang lengkap.

Jadi ujar Suhari, tidak ada pasien yang akan dirujuk lagi ke RSUD di daratan.

“Masyarakat pulau ingin RSUD Abuya Kangean setara dengan RSUD di daratan,” Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.